Curug Batu Blek Cisayong Tasik Ditutup, Usai Mahasiswa Tenggelam

282
0
Tim Identifikasi Polresta Tasik melakukan olah TKP di lokasi pengunjung yang tewas tenggelam di Curug Batu Black, Kamis (24/12) sore. istimewa for radartasikmalaya.com
Loading...

KABUPATEN TASIK – Pasca kejadian seorang pengunjung, mahasiswa tewas tenggelam, kawasan wisata alam air terjun Curug Batu Black ditutup untuk sementara waktu hingga batas yang tidak ditentukan.

“Ya, untuk sementara kami tutup dulu Curug Batu Black dari kunjungan wisatawan,” ujar Kepala Resor Pamangkuan Hutan Wilayah Cisayong Perhutani Tasikmalaya, Anggun Bahtiar kepada wartawan, Kamis (24/12) sore.

Terang dia, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di sekitar lokasi Curug Batu Black.

“Penutupan sementara ini demi kebaikan bersama. Polisi juga sudah pasang police line,” terangnya.

Kawasan Curug Batu Black ditutup Petugas

Anggun menambahkan, musibah tewasnya salah seorang pengunjung ini bukan kali ini saja terjadi. Beberapa tahun ke belakang juga pernah ada yang tewas tenggelam.

Loading...

“Jadi di bawah Curug itu ada arus bawah yang sangat besar, sehingga kalau tersedot masuk ke sana sangat berbahaya. Makanya kami pasang imbauan,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengunjung objek wisata Curug Batu Black di Kampung Pasirmala, Desa Santana Mekar, Kecamatan Cisayong tewas tenggalam saat berenang di areal curug.

Korban berinisial SM (21) warga Perum Bumi Resik Panglayungan, Kota Tasikmalaya, ditemukan di dasar curug sedalam 4 meter terjepit batu.

“Kemungkinan korban terbawa arus air dan kehabisan napas,” ujar Aang, ketua RT Pasirmala Curug Badak kepada wartawan, Kamis (24/12) siang.

Terang Aang, korban berenang bersama temannya. Mereka datang berempat ke Curug Batu Black. Sebetulnya ada larangan untuk berenang di areal curug.

“Larangan berenang ada. Namun, kebanyakan pengunjung suka memaksakan untuk berenang,” terangnya.

Ia menjabarkan, proses pencarian dan evakuasi jenazah korban membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Setelah ditemukan, korban dievakusi dengan di tandu menggunakan kain sarung dan bambu.

Sementara itu, sepupu korban, Desi Tiyas Ningkusuma (41)mengatakan, sepupunya berenang dan loncay ke areal curug.

Dia masih muncul ke permukaan air dan sempat melambaikan tangan dan senyum-senyum.

“Sepupu saya bisa berenang. Saat saya memaling kamera kemudian melihat korban sudah tidak ada,” tutur Desi.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.