Dadaha Kota Tasik Dikepung Satgas Covid-19, Warga Pilih Gowes

256
0
Dadaha radartasikmalaya.com
PSBB Kota Tasik, seluruh akses menuju kawasan olah raga Dadaha ditutup tim Satgas Covid-19, Minggu (24/01). foto age/ radartasikmalaya.com
Loading...

KOTA TASIK – Komplek olahraga Dadaha Kota Tasikmalaya, hingga kini masih ditutup alias tak bisa digunakan untuk masyarakar berolahraga.

Pasalnya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional hingga Minggu (24/01) masih tetap diberlakukan sejak 11 Januari lalu.

Para pegiat olahraga maupun warga yang kerap berolahraga di Dadaha setiap Minggu pun kembali mengeluhkan tak bisa masuk area pusat olahraga itu.

Namun, warga pun memahami jika kebijakan tersebut diambil pemerintah agar tak ada kerumunan massa, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19.

“Saya biasa olahraga di Dadaha sama anak setiap hari Minggu. Tapi ya memang ditutup kang, ga boleh ada yang masuk kalau hari Minggu itu,” ujar Asep Ahmad (35), warga Cikalang.

loading...

Terang dia, sebagai alternatif karena tak bisa berolahraga di Dadaha serta sebagai langkah agar tak ada kerumunan massa, dia jadi beralih olahraga gowes.

“Sekarang mah gowes aja kang. Keliling jalur HZ-Nagarawangi terus pulang lagi ke Cilakang. Biasanya kalau hari Minggu saya lari keliling Dadaha,” terangnya.

Terpisah, Kabagops Polresta Tasik, Kompol Sohet menuturkan, tim Satgas Penanganan Covid-19 melakukan penutupan Dadaha ini sesuai dengan SE Wali Kota.

“Jadi selama berlaku PPKM, Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PSBB Proporsional) berlaku seperti ini pak. Karena isi di SE Wali Kota bahwa Dadaha ditutup,” singkatnya yang dihubungi melalui ponselnya.

Walaupun demikian, SE tentang PPKM ini akan habis besok Senin (25/01). Hingga Minggu siang belum diketahui apakah akan diperpanjang kebijakan tersebut atau tidak.

Hal itu seperti diungkapkan Sekda Kota Tasik, Ivan Dicksan, Sabtu (23/01) lalu.

Kata dia, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada Kamis (21/01) malam lalu, penambahan kasus Covid-19 melandai selama PPKM.

“Alhamdulillah penambahan kasus cenderung melandai dan kasus aktif terus berkurang. Terakhir kita evaluasi, yang aktif tinggal 400-an,” katanya kepada radartasikmalaya.com yang dihubungi melalui ponselnya.

Namun, jelas dia, pihaknya belum bisa memastikan kelanjutan dari PSBB proporsional ini. Karena kebijakan ini di Kota Tasikmalaya akan berakhir pada 25 Januari.

Berdasarkan keterangan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, PSBB proporsional atau PPKM ini akan diperpanjang.

Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tasik masih menunggu keputusan dari Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk menentukan kelanjutkannya.

“Karena kita melakukan kebijakan ini kan atas Keputusan Gubernur. Kita tunggu dalam satu-dua hari ini. Nanti kalau sudah ada, kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.