Dadang: SMA di Kota Tasik Jangan Memaksakan Belajar Tatap Muka

89
0
MENGECEK TUGAS. Siswa SMK mengecek pembelajaran daring lewat Google Classroom beberapa waktu lalu. Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya
MENGECEK TUGAS. Siswa SMK mengecek pembelajaran daring lewat Google Classroom beberapa waktu lalu. Fatkhur Rizqi/Radar Tasikmalaya

TASIK – Kesehatan menjadi nomor satu dalam prinsip pendidikan, itu sebagai upaya keselamatan siswa dan guru di masa pandemi Covid-19. Agar pembelajaran tetap berjalan, sekolah dipersilahkan untuk memilih aplikasi belajar daring yang cocok dan tepat.

Pengawas SMA Kantor Dinas Pendidikan Provinsi XII Tasikmalaya H Dadang Abdul Patah menyampaikan, di tengah melonjaknya suspect Covid-19 di Kota/Kabupaten Tasikmalaya jangan pernah memaksakan belajar tatap muka. Maka optimalkan aktivitas belajar dari rumah dengan metode online.

“Sekolah diberikan kebebasan mana saja aplikasi belajar online yang digunakan untuk proses pembelajaran daring,” katanya kepada Radar, Jumat (2/10).

Kecocokan platform atau aplikasi belajar daring dapat membantu minat siswa dan guru dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi. “Sehingga pembelajaran tersampaikan dan terserap dengan baik,” ujarnya.

Kemudian, agar mengetahui cocok atau tidaknya aplikasi pembelajaran daring ini, sekolah harus rutin melakukan evaluasi setiap bulannya. Sehingga bisa langsung dicari solusinya.

“Aplikasi pembelajaran daring terus berkembang sehingga sekolah segera menerima resep belajar daring. Selain itu lebih cepat melakukan evaluasi lebih bagus, evaluasi berupa masukkan dari bawah,” katanya.

Loading...

Disamping itu, perlunya kebaharuan strategi pembelajaran daring. Kini para guru dilatih bagaimana membuat konten pembelajaran serta mempraktekkan membuat video pembelajaran yang menarik.

“Guru sekarang terus dibekali dengan workshop IT untuk kelancaran belajar daring. Kemendikbud pun banyak menyediakan platform pembelajaran daring agar siswa lebih cepat mengakses materi ajar,” ujarnya.

Ketua Forum Kelompok Kerja Guru (FKKG) Kota Tasikmalaya Purnomo Saputro MPd menawarkan kepada guru di Kota Tasikmalaya untuk menggunakan modul belajar dari rumah.
Itu disusun berdasarkan kebutuhan guru ketika kebingungan mencari bahan ajar.

“Modul ini merupakan hasil dari analisis kurikulum dengan menyederhanakan kompetensi dasar yang ada pada kurikulum normal,” katanya.

Begitu pula, modul ini sudah sesuai dengan kurikulum kondisi khusus. Itu sesuai dengan anjuran Kemen­dikbud.

“Karya FKKG ini memang menyesuaikan de­ngan apa yang diharapkan dari Kemen­dikbud yaitu materi yang diberi­kan hanya esensial,” ujarnya.

Ia pun memahami kebebasan mengajar guru, maka modul ini dirancang fleksible, jadi guru dapat menentukan dan menyusun sendiri bahan pembelajaran di dalam kelas.

“Yang harus menjadi fokus guru adalah bagaimana pembelajaran ini dapat berlangsung. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Nantinya ada tindak lanjut pembelajaran dengan memperhatikan proses pembelajaran yang bermakna bagi siswa,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.