Daftar Tunggu Haji di Tasikmalaya Capai 19 Tahun

544
0
RAPAT. Kepala Kemenag H Hilmi Riva’i MPd (kanan) memimpin rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di kantornya, Selasa (2/7). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

TAWANG – Antrean pendaftar ibadah haji di Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Kota Tasikmalaya kian panjang setiap tahunnya. Warga yang mendaftar sekarang, harus menunggu 19 tahun untuk bisa berangkat ke Makkah.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya Drs H Hilmi Riva’i mengakui pendaftar ibadah haji semakin mengantre. “Ya memang setiap tahun semakin panjang,” tutur dia usai rapat persiapan pemberangkatan jemaah haji di kantornya, Selasa (2/7).

Tahun ini ada 684 jemaah haji yang berangkat ke tanah suci, mereka terbagi ke dalam tiga kloter. Pemberangkatan pertama dilaksanakan 8 Juli dengan titik kumpul di lingkungan Masjid Agung. “Dari Kota Tasikmalaya semuanya tiga kloter,” katanya.

Di tahun-tahun sebelumnya, pelepasan dan pemberangkatan jemaah haji dilaksanakan di hari yang berbeda. Tahun ini dua kegiatan itu dilaksanakan secara bersamaan yakni tanggal 8 Juli. “Biasanya kan tiga hari setelah pelepasan baru pemberangkatan, sekarang dilakukan langsung,” tuturnya.

Alasannya, lanjut dia, Kemenag menyesuaikan kekosongan jadwal Wali Kota Tasikmalaya. Sebagai koordinator kegiatan jemaah haji, Drs H Budi Budiman perlu hadir. “Masa sih wali kota yang menjadi penanggung jawab dan koordinator pemberangkatan tidak kita hadirkan,” ujarnya.

Efeknya, pihak kemenag sendiri harus membagi konsentrasi untuk dua acara sekaligus. Namun, Hilmi menegaskan semua persiapan terkendali. “Insyaallah lancar,” katanya.

Pelaksana Seksi Haji Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya H Asep Marwan menyebutkan bahwa antrean pendaftar haji mencapai 12 ribu orang. Masyarakat yang mendaftar tahun ini baru bisa berangkat tahun 2038. “Daftar sekarang berarti 19 tahun yang akan datang baru berangkat,” ujarnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.