Daftar Tunggu Haji Kota Tasik 21 Tahun, Biayanya 32,2 Juta

310
0

Bagi umat Islam, melaksanakan Ibadah Haji ke  Baitullah merupakan rukun islam ke lima. Tidak heran banyak masyarakat yang sudah mempersiapkan untuk Ibadah Haji sejak jauh-jauh hari.

Berbagai cara dilakukan. Mulai dari menabung sejak dini. Hingga rela antri lama untuk dapat berangkat ke Tanah Suci Mekah. Tidak tanggung-tangung, untuk wilayah Kota Tasikmalaya, daftar tunggu ibadah haji saat ini selama 21 tahun. Sedangkan biaya ibadah haji untuk tahun 1441 H / 2020 M adalah Rp 35,2 juta sama dengan biaya tahun 2019 lalu.

Baca juga : Pembunuh Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik yang Ditemukan di Gorong-Gorong Terungkap

“Animo masyarakat Kota Tasikmalaya itu cukup tinggi. Bahkan ada yang sudah mulai menabung untuk anak yang baru lahir. Meskipun secara aturan, batas usia minimal untuk mendaftar adalah 12 tahun. Sedangkan usia berangkat minimal 18 tahun. Kalau pun belum usia 18, tapi sudah menikah, itu bisa berangkat, ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh,” tutur Kepala Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs H Hilmy Riva’I saat berbincang dengan Radar di ruang kerjanya, kemarin.

Menjelang persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 1441 Hijriah, Kementerian Agama Kota Tasikmalaya kini sudah mulai melakukan persiapan. Meskipun secara aturan juklak-juknis untuk keberangkatan tahun 1441 H atau 2020 Masehi ini belum turun.

Namun berdasarkan pengalaman di tahun 1440 H/2019 lalu, kuota haji untuk Kota Tasikmalaya berada di angka 654 orang. “Juklak-juknis untuk tahun ini kami masih menunggu dari Dirjen, juga masih menunggu apakah ada perubahan kuota untuk Kota Tasikmalaya atau tidak,” terangnya lagi.

Lamanya masa antre untuk mendapatkan kuota haji, diakui Hilmy, memang banyak dikeluhkan masyarakat. Bahkan tidak sedikit masyarakat bertanya. Seperti salah satu contoh, kata Hilmy, ada yang sudah menabung untuk mendapatkan kuota haji selama bertahun-tahun. Kemudian mereka mempertanyakan selama ini uang yang mereka tabungkan disimpan di mana?

“Menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat yang seperti itu, kami harus menjelaskan agar masyarakat paham. Bahwa sesungguhnya biaya untuk ibadah haji satu orang itu adalah sekitar Rp 72 juta. Sedangkan biaya yang ditanggungkan kepada jemaah sebesar Rp 35,2 juta. Artinya kekurangan biaya yang dibutuhkan ditanggung dari dana nilai manfaat, uang jemaah haji yang memang disimpan seperti dalam bentuk sukuk. Semua dikembalikan lagi untuk faslitas jamaah selama menunaikan ibadah haji,” jelasnya.

Maka dari itu, kata Hilmy, pemerintah terus melakukan upaya penyempurnaan-penyempurnaan untuk penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya. Mulai dari pra keberangkatan, saat keberangkatan, pelaksanaan ibadah haji sampai dengan pasca pelaksanaan ibadah haji.

Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Tasikmalaya Drs H Wahyu juga menjelaskan bahwa banyak perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan untuk penyelenggaraan ibadah haji saat ini.  Berdasarkan hasil laporan tim pendamping yang berangkat tahun lalu, jamaah haji asal Jawa Barat dikonsentrasikan di satu titik yaitu di Misfalah.

Dengan terkonsentrasi di satu titik, kata Wahyu, memudahkan para petugas pendamping seperti dari tim kesehatan dan lainnya untuk melakukan pemantauan.

“Alhamdulillah pelaksanaan ibadah haji untuk tahun 2019 lalu, secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik. Saat ini, kami sedang mempersipakan untuk tahun ini dari gambaran kuota haji sementara untuk Kota Tasikmalaya, sekitar 70 persen calon jemaah haji tahun ini sudah memiliki passport, sehingga nanti kita tinggal menunggu juklak juknis yang lainnya,” terangnya.

Selain Persiapan passport calon jemaah haji, Kementrian Agama Kota Tasikmalaya pun akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya. Berkaitan dengan sudah adanya Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Haji.

Sedangkan untuk persiapan calon jemaah haji, Kementrian Agama Kota Tasikmalaya mengagendakan pembinaan hingga tingkat kecamatan dan tingkat kota.

“Nanti setelah juklak-juknis turun serta pelunasan biaya sudah selesai, kami akan melakukan pembinaan kepada seluruh calon jemaah haji,” pungkasnya.

Kabupaten Ciamis Tunggu Kuota Pusat

Tidak berbeda jauh dengan Kota Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Ciamis pun masih menunggu keputusan dari pusat untuk kuota haji tahun 1441 H/2020 M. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Ciamis Tatang Iskandar masih menunggu keputusan dari pusat.

“Kalau untuk biaya seperti kita ketahui sudah ada kabar sebesar Rp 35,2 juta. Tapi untuk kuota, kami belum mendapatkan informasi lagi. Apakah untuk Ciamis naik kuotanya atu tetap,” tutur Tatang.

Tatang menambahkan tahun lalu Ciamis mendapatkan kuota 1110 orang. Itu belum mencukupi kebutuhan atau animo masyarakat Ciamis yang ingin menunaikan ibadah haji.

Dalam pelaksanaan ibadah haji, tambah Tatang, pihaknya selalu mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) sesuai aturan pemerintah. Mulai dari persiapan keberangkatan dari Ciamis hingga sampai ke tanah suci.

“Seperti untuk jaamaah haji yang disabilitas atau yang sudah tua, namun dinyatakan boleh untuk berangkat sesuai prosedur, kami tentu memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan pendukungnya. Seperti kursi roda hingga berbagai perlengkapan medis. Jadi semuanya kami persiapkan benar-benar,” tegasnya. (*/tin/isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.