Beranda Pangandaran Dagang Ikan Asin Sembunyi-Sembunyi seperti Jual Narkoba

Dagang Ikan Asin Sembunyi-Sembunyi seperti Jual Narkoba

354
0
BERBAGI
MENUNGGU PEMBELI. Seorang pedagang kopi asongan sedang menunggu pembeli di kawasan Pantai Barat, Pangandaran, Rabu (28/3).

 

PEMANDANGAN berbeda terlihat di Pantai Pangandaran. Dari balik kendaraan, kini wisatawan bisa melihat pemandangan pantai dan lautan lepas. Tanpa terhalang bangunan warung yang dulu memadati sepanjang Pantai Barat dan Pantai Timur.

Karena, sekitar 1.300 pedagang direlokasi ke empat lokasi gedung sentral pedagang. Lokasinya tidak jauh dari pantai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran juga menerapkan zona bebas pedagang. Terutama pedagang asongan di sekitar pos 1 hingga pos 2 penjaga pantai. Namun demikian, seiring dengan waktu, kini kawasan zona bebas pedagang yang merupakan titik keramaian wisatawan tak lantas bersih dari aktivitas berjualan. Bahkan, jumlah pedagang asongan disinyalir bertambah.

“Sekarang yang asongan ya nambah. Dulu gak ada penjual kopi keliling. Karena di pantai banyak warung. Sekarang banyak tukang kopi,” tutur Dede (38), salah seorang pelaku wisata saat berbincang dengan Radar, Rabu (28/3).

Sebagian pedagang kopi asongan merupakan pedagang yang dulu berjualan menetap di pantai. “Sekarang kalau mengandalkan jualan di kios relokasi ya masih sepi. Apalagi kalau yang tempatnya di atas. Jadi terpaksa pada jualan asongan, walaupun gak boleh,” ujarnya.

Mamat (45), salah seorang penjual kopi mengaku berjualan asongan karena butuh penghasilan. “Walaupun gak boleh jualan, tapi kita tetap butuh makan. Ya kucing-kucing saja sama petugas. Yang penting kita tidak mendirikan bangunan,” ungkapnya.

Dalam berjualannya, Mamat membawa termos dan berbagai produk kopi sachet ditambah mi dalam cup. “Jualan yang simpel-simpel saja dan memang wisatawan juga butuh. Mereka kan ke pantai gak hanya berenang. Tapi ingin santai sambil ngopi juga,” tuturnya.

Irah (53), penjual ikan asin asal Dusun Parapat, Desa Babakan menyebutkan saat ini tak bebas lagi berjualan. “Padahal saya puluhan tahun jualan ikan asin asongan. Tapi sekarang harus kucing-kucingan dengan petugas. Gak boleh jualan ke pantai,” ungkapnya.

Bahkan Irah sering adu mulut dengan petugas karena diminta untuk tidak berjualan di area tertentu. “Padahal saya cuma jualan ikan asin. Tapi seperti jualan narkoba. Harus sembunyi-sembunyi. Saya mohon kebijaksanaannya dikaji kembali agar pedagang asongan tetap bisa berjualan,” ujarnya.

Menyikapi persoalan pedagang, Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata menginginkan kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur menjadi tempat yang nyaman bagi wisatawan. “Karena itu tidak boleh ada bangunan pedagang, asongan pun dibatasi. Ada zona yang dibolehkan berjualan dan ada yang tidak boleh,” ungkapnya.

Namun demikian, dirinya terus memantau perkembangan dan mencari solusi setiap menemukan permasalahan. “Makanya saya sering turun ke lapangan agar tahu persoalan yang ada dan bagaimana mencari solusinya. Kita juga sedang memikirkan bagaimana agar kios-kios pedagang yang ada di lantai atas ramai dikunjungi,” tuturnya. (nay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here