Dahnil Anzar Lengser dari Kursi Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Begini Sikap Politik Ketua yang Baru

32

YOGYAKARTA — Muktamar XVII PP Pemuda Muhammadiyah mengamanahkan kepemimpin Pemuda Muhammadiyah kepada Sunanto, menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sunanto yang akrab disapa Cak Nanto itu bukanlah aktivis baru di keluarga Muhammadiyah. Pria kelahiran Sumenep, Jawa Timur itu merupakan kader otentik persyarikatan yang tumbuh dan berkembang dari proses perkaderan Muhammadiyah.

Tak hanya itu, Cak Nanto di masa kecilnya dia dibesarkan di Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) Sumenep. Lalu melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Sobron, Jawa Tengah.

Semasa dari pesantren itu Cak Nanto mulai aktif berkegiatan di organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. Mulai dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IKM), dan terakhir di Pemuda Muhammadiyah.

Sebelum terpilih sebagai ketua umum, Cak Nanto merupakan Ketua Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah.

Di kalangan aktivis demokrasi, Cak Nanto dikenal cukup tersohor. Hari-harinya Cak Nanto juga aktif di dunia kepemiluan dengan bergabung di Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR).

Di organisasi itu Nanto sudah berkiprah selama 10 tahun dan menjabat sebagai koordinator nasional.

Di tengah tahun politik ini, Nanto pun membuat sikap yakni tidak mau mengorbankan proses panjangnya di organisasi dengan gerakan dukung mendukung. Dia ingin menjaga khitah dan marwah Muhammadiyah.

Sesuai dengan amanah Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bahwa semua kader harus menjaga khitah Persyarikatan Muhammadiyah. Yaitu, harus menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik dan calon presiden.

“Perlu mengisi ruang politik dengan keadaban dan kebajikan. Jangan pernah berpangku tangan dan menunggu untuk berkemajuan,” katanya kepada wartawan, Rabu (28/11).

Ke depan, sebutnya, Pemuda Muhammadiyah harus memperkokoh gerakan di bawah tenda besar tauhid, ilmu, dan amal. “Pemuda Muhammadiyah akan terus bergerak memajukan bangsa,” paparnya.

Sebelumnya, Sunanto meminta meminta dukungan publik dalam menjaga marwah Muhammadiyah.

“Ini adalah kemenangan bersama. Saya mohon bimbingannya, perjuangan pasti berat dalam memperjuangkan nilai-nilai Muhammadiyah,” kata Sunanto di UMY usai perhitungan suara, Rabu (28/11).

Untuk diketahui, pada pemilihan di Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mendapatkan 590 suara. Jumlah itu jauh meninggalkan para pesaingnya.

Seperti Ahmad Fanani yang mendapat 266 suara, Ahmad Labib (292 suara), dan Andi Fajar Asti tidak dapat suara. Sedangkan Faisal dan Muhammad Sukron masing-masing dapat 2 suara.

(iil/jpc/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.