Dakwaan JPU Dinilai Tidak Tepat

21
KOMUNIKASI. Kepala Dispora Garut Kuswendi berdiskusi dengam ketua tim kuasa hukumnya usai sidang Rabu (13/3).Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Garut Rabu (13/3). Agendanya, yakni pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam eksepsi, tim kuasa hukum Kuswendi menilai dakwaan JPU kepada kliennya tidak cermat dan eror in persona. “Pengenaan pasal kepada terdakwa tidak tepat,” ujar ketua tim pengacara Kuswendi, Aldis Sandhika kepada wartawan usai persidangan kemarin.

Menurut dia, kliennya dijerat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 pasal 109 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) junto pasal 116. Pasal 109 ini menyebutkan setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat 1, dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

Sedangkan pasal 116 berbunyi apabila tindak pidana lingkungan hidup dilakukan oleh, untuk atau atas nama badan usaha, tuntutan pidana dan sanksi pidana dijatuhkan kepada badan usaha dan atau orang yang memberi perintah untuk melakukan tindak pidana tersebut atau orang yang bertindak sebagai pemimpin kegiatan dalam tindak pidana tersebut.

Melihat pasal yang dikenakan, pihaknya menilai tidak tepat karena kliennya bukan badan usaha, tetapi proyek pemerintah. Selain itu, kliennya juga bukan menjadi pihak yang memberikan keputusan terkait penggunaan lahan di Gunung Guntur untuk dijadikan Buper.

“Klien saya hanya kepanjangan tangan dari pemerintah di atas yaitu bupati. Jadi kita ajukan keberatan,” ucapnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fiki Mardani belum bisa menjawab keberatan terdakwa dan akan menjawab dalam persidangan selanjutnya yang dijadwalkan Rabu depan. (yna)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.