Dalam 5 Hari, 94.000 Nasi Bungkus Dibagikan Dishub Kabupaten Tasik, Datanya Sesuai Usulan

132
1

SINGAPARNA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya mengklaim data penerima nasi bungkus sudah sesuai usulan dari berbagai pihak.

Sehingga muncul angka 94.000 untuk pengadaan nasi bungkus dengan anggaran Rp 940 juta.

Baca juga : Jualan Hewan Kurban di Kabupaten Tasik Lesu, Ini Soalnya..

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tasikmalaya Asep Darisman mengatakan, pihaknya mendapatkan usulan data dari berbagai perkumpulan penerima bantuan di lapangan.

Sehingga data usulan tersebut diusulkan untuk mendapatkan bantuan penanganan dampak pandemi Covid-19 dengan program gerakan nasi bungkus.

“Untuk datanya kita meminta dari berbagai elemen, dari perkumpulan jasa dan awak transportasi atau pengemudi, termasuk penumpang, dari perkumpulan ojek, pedagang asongan, tukang becak, tukang delman, termasuk masyarakat terdampak sekitar posko Covid-19,” terang Asep kepada Radar, Selasa (21/7).

Pembagian nasi bungkus bagi yang terdampak Covid-19, kata Asep, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

“Jadi datanya sudah ada, kita usulkan karena anggarannya sangat terbatas, ya kita menyesuaikan dengan realisasi data dan pendistribusian di lapangan, anggaran dari Dishub khusus penanganan dampak Covid-19,” ujarnya.

Menurut Asep, mekanisme pembagiannya begitu saja dibagikan kepada penerima bantuan yang terdampak Covid-19. Tapi, datanya yang sudah masuk di Dishub.

Baca juga : Rp940 Juta untuk 94.000 Nasi Bungkus di Dishub Kabupaten Tasik Disoal Warga

Terpisah, Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik SH menilai terlalu mudah dan jauh dari perencanaan yang matang ketika merealisasikan anggaran hampir Rp 1 miliar dengan hanya membagikan nasi bungkus sebanyak 94.000 dalam waktu lima hari.

“Apa urgensi dan korelasinya pengadaan nasi bungkus 94 ribu melalui Dishub untuk penanganan dan pencegahan Covid-19. Kemudian kita mempertanyakan penerima selama lima hari tersebut dari mana,” ujarnya. (dik/yfi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Yg saya pahami penjelasan parapihak yg mengerti penanggulangan wabah vovid-19 bila dikonversi dg benda atau pekerjaan mungkin masker pembersih tangan makanan bergizi terutama buah2an tablet atau pil multivitamin dan vitamin alat2 olah raga penyemprotan lingkungan bukan nasi bungkus namun begitu berkiprah membantu masyarakat yg terdampak harus dilanjutkan dg kualitas program yg lebih tepat dan lebih baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.