Dalami Liputan Investigasi Korupsi

209
0
PELATIHAN. Kru redaksi Radar Tasikmalaya Group berpose dengan para narasumber usai Pelatihan Peliputan Investigasi Korupsi di Daerah di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (22/3). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SL TOBING – Radar Tasikmalaya Group bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan “Pelatihan Peliputan Investigasi Korupsi di Daerah” di Studio Radar Tasikmalaya TV, Jumat (22/3). Pelatihan itu diikuti oleh seluruh kru redaksi koran, televisi dan online.

Narasumber yang dihadirkan yakni Guru Besar Hukum Pidana dan Sistem Peradilan Pidana Fakultas Hukum sekaligus Rektor Unisba Prof Dr Edi Setiadi SH MH, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba Dr Septiawan Santana MSi serta Redaktur Pelaksana (Redpel) Pikiran Rakyat Enton Supriyatna.

Septiawan Santana menjelaskan, pelatihan itu untuk meningkatkan performa jurnalis dalam menggali fakta informasi, kejadian atau kasus yang terjadi di masyarakat lebih dalam.

Dalam pelatihan itu Septiawan menyampaikan ada 11 langkah investigative reporting. Yakni conception (konsepsi), feasibility study (studi kelayakan), go-no-go decision (memutuskan), base building (dasar pijakan), planning (perencanaan), original research (riset), reevaluation (evaluasi ulang), filling the gaps (mencari fakta yang belum terliput), final evaluation (evaluasi akhir), writing and rewriting (menulis dan menulis ulang) dan publication and follow-up stories (publikasi dan pengembangan kisah lanjutannya).

Konsepsi

Tahapan ini merupakan pemunculan ide atau gagasan. Ide atau gagasan itu bisa muncul dari redaksi (reporter, penulis, penanggung jawab rubrik, staf redaksi, redaktur pelaksana, dan pemimpin redaksi); media massa dalam dan luar negeri, baik itu tentang politik, ekonomi, sosial, hukum, budaya maupun lainnya; dan informasi dari masyarakat.

Studi Kelayakan

Tahap kedua ini merupakan kegiatan mapping (pemetaan). Proses pemetaan mengarah pada penelusuran data awal, melihat kesiapan redaksi, kemungkinan adanya hambatan, keberadaan sumber data dan sebagainya.

Selain itu, mengukur berbagai kelengkapan yang dapat mendukung data atas kasus ini, memverifikasi berbagai alternatif, memprediksi berbagai kemungkinan, baik positif maupun negatif.

Memutuskan

Sebuah ide atau gagasan tidak serta-merta harus. Semua usulan dikritisi dalam rapat redaksi. Langkah ini dilakukan untuk memutuskan apakah investigasi yang telah dikerjakan diteruskan atau tidak.

Dasar Pijakan

Ini merupakan tahap merumuskan dasar pijakan atau konsep investigatif yang hendak dikerjakan. Misalnya, pemberitaan straight news yang dilansir media massa serta berbagai data pendukung dan terkait.

Perencanaan

Berdasarkan asumsi awal tersebut, disusunlah perencanaan liputan investigatif, seperti pembentukan tim, kegiatan liputan yang hendak dilakukan, sampai bentukan berita yang akan muncul.

Riset

Investigasi yang baik harus dilakukan dengan data yang komprehensif. Untuk itu, media melakukan pencarian dan penelusuran kelengkapan data.

Maka dari itu, media harus melakukan pencarian rincian fakta dengan penelusuran narasumber yang terkait kasus dengan kasus ini serta melakukan riset. Berbagai aktivitas yang dilakukan antara lain: pertama, penelusuran paper trails (dokumen) yaitu pencarian data dokumentatif seperti dokumen, surat, dan teks-teks pendukung lainnya. Kedua, penelusuran people trails (narasumber). Pada tahap ini, tim investigasi mengejar beberapa sumber yang terkait dengan skandal. Pencarian para narasumber itu meliputi berbagai orang dan tempat, seperti pemda, gubernur, sekretaris wilayah daerah (setwilda), dinas pemerintahan dan lain-lain.

Evaluasi Ulang

Ini adalah tahapan mengevaluasi temuan-temuan fakta dan data dari hasil paper trails dan people trails. Berbagai temuan tersebut diverifikasi di lapangan. Aktivitas ini sekaligus merupakan langkah pengujian hipotesis yang di awal investigasi telah ditetapkan.

Mencari Fakta yang Belum Terliput

Aktivitas investigasi merupakan upaya redaksi untuk melengkapi berbagai kekurangan data dan fakta dengan cara menguji kembali berbagai bukti paper trails dan people trails yang telah didapat secara saksama.

Evaluasi Akhir

Ini tahap mengevaluasi berbagai investigasi yang telah didapat dan dilakukan. Media melakukan evaluasi berbagai tindak investigasi yang telah dilakukan, dalam arti menghitung ulang kemungkinan kesalahan, kelemahan atau pelanggaran di dalam peliputan yang telah dilakukan dan di dalam fakta-fakta yang telah didapat.

Menulis dan Menulis Ulang

Ini adalah tahap pelaporan dalam bentuk pemberitaan yang disusun secara menarik. Untuk berbagai data dan temuan lapangan yang sudah didapat, disusun kembali ke dalam kerangka penulisan berita.

Publikasi dan Pengembangan Kisah Lanjutannya

Tahap ini adalah tahap memubli­kasi­kan dan mengembangkan berita.

Menurut Septiawan, ke-11 langkah itu harus dilakukan. Jika tidak, maka hasil liputan tidak akan terfokus, bahkan bisa mengecewakan. Adapun kunci untuk menjadi jurnalis investigatif, jurnalis harus punya keberanian, berjiwa kritis serta mampu menilai dan mengevaluasi kejadian di sekitarnya.

Jurnalis harus memiliki integritas. Artinya memiliki sikap untuk selalu menjaga kehormatan profesi kewartawanan, baik di dalam menyampaikan berita, maupun proses peliputan investigasi.

Selain itu, wartawan juga harus rajin dan disiplin. Wartawan yang rajin tidak akan bosan dan malas menggali fakta sehingga bisa menghasilkan berita yang bermanfaat bagi masyarakat. Demikian juga, etos kerja yang bagus akan menentukan mutu dan kualitas berita dalam mengungkap skandal atau kasus yang memiliki sandaran fakta kuat. “Sikap besar kepala harus dibuang. Karena akan membuat kinerjanya jadi cepat puas,” tutur Septiawan.

Redpel Pikiran Rakyat Enton Supriyatna menyebutkan, menyebutkan, ke-11 langkah liputan investigasi itu bisa membuat kerja wartawan semakin ideal. Langkah-langkah tersebut bisa menjadi sebuah kontrol dan prosedur liputan yang dilakukan. “Kita bisa melihat sudah melangkah sejauh mana dalam investigasi, jadi lebih tepat dalam mengontrol pekerjaan kita,” ujar dia.

Bila mengabaikan ke-11 langkah itu, menurut dia, proses liputan investigatif bisa kehilangan fokus sehingga tidak mencapai goal yang diinginkan. “Dengan sebuah pendalaman berita, media mempunyai fungsi kontrol. Kita akan memberikan informasi yang lebih dan menjadi daya jual, dan pembaca tertarik,” kata dia.

Korupsi Itu Kejahatan, Bukan Pelanggaran

Guru Besar Hukum Pidana dan Sistem Peradilan Pidana Fakultas Hukum Unisba Prof Dr Edi Setiadi SH MH menerangkan bahwa tindak pidana korupsi itu adalah kejahatan hukum bukan pelanggaran. Maka dari itu, media massa diharapkan tidak lagi memakai istilah pelanggaran untuk setiap kasus korupsi.

Menurut Rektor Unisba itu, aturan hukum terbagi ke dalam dua hal yakni pelanggaran dan kejahatan. Pelanggaran merupakan tindakan tercela yang tergolong ringan, sedangkan kejahatan merupakan perbuatan dengan konsekuensi atau sanksi yang berat. “Korupsi masuk kategori kejahatan, bukan pelanggaran,” tutur dia.

Suatu kasus bisa masuk kategori tindak pidana korupsi bila ada kerugian negara, sekalipun berawal dari pelanggaran administrasi. Kasus korupsi juga tidak mungkin dilakukan oleh seorang. Cara tipu muslihat para koruptor untuk mengakali anggaran tentu saja akan melibatkan orang lain. Apalagi bila kasus korupsi itu ditambah dengan juncto pasal 55. “(Pelaku, Red.) minimal dua orang, biasanya lebih,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pengembalian kerugian negara oleh koruptor tidak lantas menggugurkan proses hukum. Negara pun tetap rugi. “Bukan hanya uang yang hilang, program negara juga terganggu,” kata dia.

Sebagai salah satu pilar demokrasi, pers harus membantu mengawal penggunaan anggaran di lingkungan pemerintah agar tidak disalahgunakan.

Edi pun meminta para jurnalis untuk mampu membedakan antara istilah hukuman kurungan dan hukuman penjara. Kedua istilah tersebut punya perbedaan prinsip. Istilah kurungan itu digunakan untuk kasus pelanggaran. Ancaman hukumannya di bawah satu tahun. Adapun istilah penjara digunakan untuk kasus kejahatan seperti korupsi yang ancaman hukumannya lebih dari satu tahun penjara. (dik / rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.