Dalang Cilik Asal Cihaurbeuti Bisa Tiru Suara Cepot

354
0
ISTIMEWA DALANG CILIK. Siswa SMPN 1 Cihaurbeuti Muhammad Hardi Mahardika saat menjadi dalang.

CIHAURBEUTI – SMP Negeri 1 Cihaurbeuti memiliki banyak siswa kreatif dan berbakat. Salah satunya adalah Muhammad Hardi Mahardika yang mahir memainkan wayang golek. Bahkan, dia dijuluki dalang cilik.

Kepala SMPN 1 Cihaurbeuti Drs Janan Junaedi MPd bangga dengan bakat unit yang dimiliki oleh Hardi. Di usianya yang masih 13 tahun, dia mampu memainkan wayang untuk menghibur penonton. “Saya bangga punya anak yang justru hebat, ngerti seni dan budaya Sunda. Bahkan, dia menguasai wayang golek,” kata Janan kepada Radar di ruangannya, Selasa (23/7).

Bakat yang dimiliki Hardi, kata dia, bisa menjadi investasi prestasi bagi Kabupaten Ciamis. Pihak sekolah juga siap memfasilitasi Hardi untuk mengembangkan bakatnya. Bahkan, pihaknya berencana membuat grup wayang anak-anak sekolah. “Kami bersyukur juga dinas terkait sudah respons dengan adanya dalang cilik di sekolah dan perlu dikembangkan terus kemampuannya,” ujar dia.

Hardi mengaku senang bisa masuk SMPN 1 Cihaurbeuti. Sekolahnya selalu mendukung dirinya untuk mengembangkan bakat mendalang yang dipelajari secara otodidak.

Pertama kali Hardi menyukai dunia wayang saat masih duduk di bangku kelas dua SDN 3 Sukamulya. Saat itu di berwisata ke kebun binatang di Bandung bersama orang tuanya Yayan Mulyana (39) dan Tetet Kusniati (39). Di kebun binatang tersebut, dia tertarik dan membeli wayang golek si Cepot. Sesampai di rumah, dia seringkali memainkan si Cepot seraya mendengarkan kaset dalang. “Saya coba tirukan suara cepot dan yang lainnya sehingga perlahan bisa sampai sekarang,” kata pelajar asal Dusun Desa RT 01 RW 1 Desa Sukamulya Kecamatan Cihaurbeuti ini.

Untuk mengasah kemampuannya, setiap kali ada pertunjukan wayang, Hardi selalu menontonnya. Apalagi, di kampung tetangga di Bojongjengkol ada dalang Tete yang sering mendalang. Hardi pun berguru ke Tete hingga bakatnya semakin terasah. Bahkan, dia sering diajak manggung dan disuruh menjadi dalang, baik di acara pernikahan maupun hiburan lainnya. Dia pun pernah mendalang hingga ke Cipatujah dan Galunggung Kabupaten Tasikmalaya. “Setiap manggung suka dikasih uang Rp 300 ribu. Uangnya dipakai menabung, jajan dan keperluan sekolah juga,” katanya.

Hardi bertekad untuk menjadi dalang profesional yang bisa terkenal seperti almarhum Asep Sunandar Sunarya. Bila ada perlombaan mendalang dia akan mengikutinya. Dia ingin membanggakan orang tua dan mengharumkan nama baik Ciamis dengan bakatnya sebagai dalang. “Saya ingin jadi dalang yang terkenal,” ujar dia. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.