Harus Menjadi Pelajaran

Dalijo: Lakukan Penyelidikan Epidemiologi di Lokasi Lain

63
0
AKRAB. Kepala Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan HIPMI Kota Banjar Arif Mustaqim ditemui di salah satu kafe kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
AKRAB. Kepala Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perbankan HIPMI Kota Banjar Arif Mustaqim ditemui di salah satu kafe kemarin. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
Loading...

BANJAR – Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang menelan korban jiwa harus menjadi pembelajaran bersama. Ke depan, antisipasi penyebaran nyamuk penyebab DBD harus lebih dimaksimalkan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Banjar Dalijo SIP meminta instansi terkait melakukan upaya penanganan lebih lanjut. Tidak hanya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di sekitar rumah korban, tetapi di titik lainnya.

“Harus lebih intens lagi melakukan penanganan, jangan cukup sekali. Harus rutin penyelidikan epidemiologi,” ujarnya Jumat (10/1).

Kata dia, instansi terkait pun harus mengedepankan pencegahan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Meski tidak bisa dihilangkan, minimal penyebaran nyamuk aedes aegypti penyebab DBD bisa ditekan dengan menyadarkan dan membiasakan masyarakat melalui gerakan 3 M,” tuturnya.

Terpisah, mahasiswa di Kota Banjar Peri Heryanto mengatakan perlu langkah kongkret memberantas penyakit DBD.

“Asal ada kemauan dan kekompakan semua elemen masyarakat pasti bisa diatasi sebelum memakan korban,” ujarnya.

Baca : Terserang DBD, Siswa SMPN 3 Kota Banjar Meninggal Dunia

Loading...

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar bergerak ke lokasi rumah korban meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD). Tim dari Dinkes melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lingkungan sekitar rumah korban.

“Petugas langsung ke lokasi melihat keadaan di sekitar rumah penderita, mencari jentik nyamuk penular DBD ada atau tidak. Dengan radius sekurang-kurangnya 100 meter,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Banjar dr H Agus Budiana Ekaputra di ruang kerjanya Kamis (9/1).

Pada PE itu tak hanya rumah korban yang diperiksa, tetapi rumah tetangga di sekitar rumah korban dan juga selokan-selokan. Pihaknya pun kemudian memberikan penyuluhan ke masyarakat untuk membiasakan berperilaku hidup bersih dan sehat. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.