Warga Minta Sungai Cikidang Dinormalisasi

Dampak Banjir Belum Parah

18
Illustrasi

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran belum mengeluarkan status tanggap darurat bencana, setelah banjir dan longsor menerjang Pangandaran dalam beberapa hari ini.

Wakil Bupati Pangandaran H Adang Hadari menuturkan alasan belum dikeluarkannya status tanggap darurat di Kabupaten Pangandaran karena dampak yang ditimbulkan tidak begitu parah. ”Tidak separah di Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya kepada wartawan di Desa Pananjung Jumat (9/11).

Sementara penyebab banjir di Kabupaten Pangandaran, menurut Adang, disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan kondisi hutan gundul. ”Selain itu adanya penyempitan dan pendangkalan Sungai Cikidang saat ini, menyebabkan air meluap,” tuturnya.

Menurut Adang, pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy sedang melakukan normalisasi Sungai Cikidang, namun musim hujan datang lebih awal. ”Kewenanganya itu kan sepenuhnya ada di BBWS,” tegasnya.

Kepala Dusun Bojongtempel Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Ujang Rohidin membenarkan adanya pendangkalan Sungai Cikidang, yang menyebabkan terjadinya banjir tahunan. ”Saya berharap pemerintah bisa melakukan penyodetan terhadap Sungai Cikidang,” katanya.

Ia mengatakan sudah empat hari banjir menggenangi kampungya, dan yang tergenang kurang lebih sebanyak 300 rumah. ”Masyarakat juga banyak yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan pihaknya sudah memberikan bantuan sembako kepada korban banjir, yang mengungsi di Desa Pananjung. ”Kami juga menyediakan pelayanan kesehatan disini,” terangnya.

Bismo menegaskan kondisi jalur Ciamis – Pangandaran hingga saat ini masih relatif aman dilewati wisatawan.”Pangandaran masih aman untuk dikunjungi,” ujarnya.(den)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.