Siapa Calon bupati Tasikmalaya pilihan anda?
17%

83%

Siswa Dapat Ijazah dan Sertifikat Taraf Internasional

Dana Rp 4,3 Triliun untuk Revitalisasi SMK

12
0
fin JELASKAN. Mendikbud RI Muhadjir Effendy menegaskan pemerintah akan fokus mengembangkan SDM dari siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

JAKARTA – Pemerintah fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) para siswa sekolah menengah kejuruan (SMK). Anggaran Rp Rp4,3 triliun pun telah disiapkan dalam rangka merevitalisasi 5 ribu SMK di seluruh Indonesia. Revitalisasi ini ditargetkan selesai pada 2024.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan program tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM siswa SMK melalui pelatihan kerja atau vokasi sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

“Anggarannya tidak terlalu besar, sekitar Rp4,3 triliun. Sebetulnya masih jauh dari target karena jumlah SMK kita kan 14 ribu,” katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/10).

Muhadjir menyebutkan bahwa pihaknya telah merealisasikan program revitalisasi sejak 2018. Pada tahun itu 300 SMK telah direvitalisasi. Selanjutnya pada 2019 sebanyak 300 SMK. Untuk tahun 2020 akan ditingkatkan sebanyak 550 SMK. Dan terus akan ditingkatkan, sehingga pada 2024 nanti akan mencapai 5 ribu SMK.

Dijelaskan program revitalisasi ini fokus pada lima sektor. Pertama sektor pariwisata, lalu pertanian produktif, ekonomi kreatif, kemaritiman atau kelautan, dan energi pertambangan.

“Program vokasi dilakukan karena lulusan SMK di Indonesia kurang terserap industri. Salah satu alasannya karena faktor sertifikasi keahlian yang belum dimiliki serta tidak mendukungnya kurikulum pembelajaran yang ada dengan kebutuhan dunia industri,” katanya.

Untuk itu, pemerintah juga akan memperbaharui kurikulum agar lebih menyesuaikan dengan dunia kerja yaitu dari supply base menjadi demand base dan menyediakan guru-guru yang berkompeten.

“Diupayakan anak-anak belajarnya sekitar 60-70 persen di industri jadi tidak di kelas,” ujarnya.

Hingga saat ini, menurutnya, realisasi kerja sama vokasi dengan dunia industri baru mencapai 30 persen. Karenanya masih ada waktu untuk merumuskan standar baku kompetensi sertifikasi yang akan dikeluarkan oleh 930 lembaga sertifikasi nasional dan terakreditasi oleh badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) dan sertifikasi internasional sesuai bidang keahlian, seperti sertifikasi Organisasi Maritim Internasional (IMO) bagi yang menempuh pendidikan di bidang kelautan.

“Ini baru mulai bersama-sama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) merumuskan standard kompetensi dan sertifikasi. Jadi sekarang siswa SMK disamping nanti mendapatkan ijazah, dia juga akan mendapat sertifikat kemahiran,” katanya.

Dikatakannya, hal tersebut dilakukan agar siswa SMK bisa mendapatkan kualifikasi keahlian yang baik. Dia juga bisa menempati posisi strategis pada setiap perusahaan, serta memperoleh penghargaan yang sama dengan tenaga kerja dari negara lain.

Menurutnya, selama ini lulusan SMK hanya menjadi bawahan atau anak buah dari suatu perusahaan. Walaupun sebagian besar pekerjaan dan tugas dari perusahaan tersebut ditangani oleh lulusan Indonesia.

Ia mencontohkan mayoritas para lulusan SMK jurusan kelautan yang bekerja di perusahaan asing hanya menjadi anak buah kapal. Sebab dianggap tidak memiliki keahlian. Karenanya, dengan sertifikat mereka akan mendapat pengakuan yang sama seperti pelaut dari luar.

Untuk mendapatkan sertifikat, ada tiga proses yang harus dilalui. Pertama siswa diuji sesuai keahliannya. Kedua, guru pengajar harus diuji oleh penguji untuk membuktikan bahwa ia berhak mengajar siswa dengan keahlian tersebut. Dan yang ketiga penguji harus bersertifikat. “Jadi sertifikat yang dikeluarkan diakui dunia internasional,” pungkasnya. (gw/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.