Dana Transfer dari Pusat untuk Kota Tasik Berkurang Rp70 M

228
1
SERAHKAN. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyerahkan Rancangan KUA-PPAS ke Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Aslim SH pada rapat paripurna Rabu (30/9). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

INDIHIANG – Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH meminta eksekutif proaktif membahas bersama badan anggaran (banggar) dalam merespons adanya pengurangan dari proyeksi anggaran yang sudah ditetapkan pemerintah pusat.

Menurutnya, Rabu Pagi (30/9) Pemkot dan DPRD Kota Tasikmalaya menerima informasi adanya pengurangan dana transfer dari pusat yang cukup signifikan, menyentuh angka Rp 70 miliaran.

Baca juga : Reka Ulang Tukang Cilok Warga Sindangkerta Tasik yang Bunuh Wanita di Indiahiang

Hal tersebut otomatis harus ditindaklanjuti secepatnya lantaran pemkot dan DPRD sebelumnya sudah menyusun kerangka belanja di tahun 2021.

“Deadline pengesahan anggaran kita kan selesai 30 November. Nah kita harus maraton melaksanakan pembahasan belanja daerah. Sebab, kita belum bisa memastikan apa saja yang harus diefisiensikan,” ujarnya usai memimpin Rapat Paripurna Persetujuan Dua Raperda serta Penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2021, Rabu Sore (30/9).

Waktu dekat ini, kata Aslim, pihaknya segera membahas dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Setiap ajuan belanja organisasi perangkat daerah (OPD) akan dibuka satu persatu. Menyeleksi mana saja yang sudah prioritas, dan mana saja yang harus ditunda.

“Kita bukan ber-suuzon atau apa. Ini kan tiba-tiba ada perubahan di pusat, sehingga berimbas terhadap kemampuan daerah yang harus mengefisiensi senilai Rp 70 miliar,” ujar Politisi Gerindra tersebut.

Ia menitikberatkan rencana belanja yang harus dipertahankan, seperti kegiatan bersifat kepentingan masyarakat. Contohnya, program-program pemulihan masyarakat, pemberdayaan serta belanja bersifat langsung dirasakan masyarakat. “Sebab, di kondisi pandemi seperti ini, masyarakat ekonominya harus terus bergerak. Maka yang sifatnya kepentingan luas, harus dipertahankan,” kata Aslim.

Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan mengakui adanya informasi tersebut, disaat pemkot menyampaikan rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2021 pada paripurna.

Di pagi hari, mendapat informasi melalui website Dirjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, bahwasannya pemerintah pusat sudah menetapkan RAPBN Tahun 2021.

Di dalamnya, sudah dirancang alokasi bagi daerah. “Saat kami cek, DAU turun, bagi hasil turun, otomatis kita harus sesuaikan lagi belanjanya, yang berkurang secara akumulatif mencapai Rp 70 miliaran,” kata dia.

Baca juga : 1 Pegawai Positif, Kantor Disdik Kota Tasik Ditutup Sementara

Hal tersebut, lanjut Ivan, otomatis berimbas terhadap rancangan yang sudah diajukan pemkot. Pihaknya waktu dekat ini akan kembali membahas dan menginventarisir daftar belanja yang telah dicanangkan.

“Konsepnya sudah masuk, kita ya bahas lagi mana saja yang harus dikurangi, sesuai pendapatan yang ada,” ucapnya. (igi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Selamt Hari Batik Nasional- Jum’at 2 Oktober 2020, Kepada Yth, Drs, H,Budi Budiman, Ketua DPRD H,Aslim, SH. Tim APD, para Pimpinan OPD, Badan Anggaran/Banggar di Tahun Anggaran 2020-2021 dan para pihak yang terkait.
    selanjutnya dengan tidak mengurangi rasa hormat dan dengan segala kerendahan hati saya,
    saya mohon ijin untuk menyampaikan saran, asfirasi sebagai bahan-bahan Pertimbang di Badan Anggaran/Banggar dalam rangka memberikan dan mempertegas edukasi untuk mengejar inovasi, sebagai solusi menuju revolusi mental bagi warga masyarakat dan Pemerintah Kota Tasikamalaya, diantaranya kami saran untuk tiap-tiap OPD bisa berinovasi dengan Program dan Pelaksanaan- Kegiatan di Prioritaskan Pembangunan SDM/”Pemberdayaan Masyarakat” dan
    kalaupun belum Bisa, yeah sebisa mungkin dan terpaksa tidak atau belum mampu idial seperti Lirik Lagu ” Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya” untuk Indonesia,….dst, ” boleh fisik dan Pemberdayaan bisa berimabang masing – masing 50%, dan menurut hemat kami tahun ini dan yang akan untuk tahun 2021-2024 bisa saja dan akan lebih baik di tahun-tahun yang akan datang lebih Dominan lebih dari 50%.
    Selanjutnya kami sampaikan contoh-contoh dengan progres dan kegiatan-kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di masa Penangan dampak vandemi covid-19 dan Pemulihan Ekonomi dari masing-masing OPD, “maaf bukan untuk menggurui siapaun anda…” hal tersebut berdasarkan pakta dilapangan akan menembah partisifasi waraga Masyarakat untuk berinvosai, kreatifitas menuju Warga yang Cerdas dan Integritas, Contoh Kegiatannya:
    1, Pembinaan Peran ORMAS/LSM, Kelompak Informasi Masyarakat/KIM Pengurus ARWT, Forum RT/RW. di Kampung Wisata Ciakar,
    2, Revitalisasi Peran Organisasi Kepemudaan/OKP Karang Taruna menuju cerdas dan Integritas untuk Ciakar maju,
    3, Reaktulaisasi Peran Organisasi Profesi Guru/Dosen, Pegawai Honorer/ASN,IDI.IBI,PMI, LINMAS dll, di Kampung Wisata Ciakar,
    4, Peran Warga LANSIA, Pemungut Pajak dan Distabilitas di Kampung Wisata Ciakar.
    5, Pembinaan Peran Warga Fakir Miskin, Warga Masyrakat Menengah/Orang Kaya, Praktisi anak/PAUD dan Organisasi keagamaan MUI, DMI, anggota UMKM dll.

    sekian dan demikian asfirasi ini saya sampaikan mohon maaf atas segala salah dan kekurangannya. kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi kalau ada umur panjang boleh kita bertemu lagi, Wassalamu’alaikum Wr Wb,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.