Danrem Tarumanagara: Bencana di Priangan Timur Sangat Kompleks

126
0
MENJELASKAN. Danrem 062/Tarumanegara Kolonel Inf Muhamad Muchidin usai pembukaan pelatihan penanggulangan bencana alam di Priangan Timur, Senin (16/11) di Gelora Banjar Patroman, Kota Banjar. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanegara Kolonel Inf Muhamad Muchidin membuka pelatihan penanggulangan bencana alam di Priangan Timur, Senin (16/11) di Gelora Banjar Patroman.

Pelatihan bersama itu dalam rangka operasi penanggulangan bencana di daerah Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bencana alam yang terjadi di wilayah Priangan Timur saat ini sangat kompleks. Bukan hanya bencana banjir, longsor, pohon tumbang, gempa bumi hingga tsunami yang kapan saja bisa terjadi.

“Melalui latihan ini, anggota TNI bisa terlibat langsung dalam membantu penanggulangan bencana alam yang terjadi di wilayah Priangan Timur,” ujar Danrem kepada wartawan sesuai membuka kegiatan.

Menurut dia, sedikitnya 300 anggota TNI mengikuti pelatihan ini untuk ikut membantu menanggulangi terjadinya bencana. Karena dalam undang-undang TNI tentang operasi militer non perang, TNI ikut membantu dalam kebencanaan.

Baca juga : 1 OB Positif Corona, 80 Karyawan BRI Kota Banjar di-Swab Test

Latihan penanggulangan bencana itu dilaksanakan selama lima hari. Para peserta diberikan pemahaman tentang kebencanaan.

Setelah itu, kata dia, di akhir latihan akan dilakukan simulasi penanggulangan hingga penangan bencana longsor dengan melibatkan semua instansi terkait lainnya. Hal ini merupakan bentuk antisipasi apabila terjadi bencana, semua pihak bisa langsung bergerak.

“Atau bisa dilakukan pencegahan sebelum terjadi bencana. Karena saat ini kebanyakan ketika bencana terjadi baru bergerak, ini yang harus di antisipasi,” kata perwira yang pernah menjabat Dandim 0612 Tasikmalaya itu.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar Budi Budiman menambahkan, hampir semua wilayah di Priangan Timur rawan terjadi bencana. Baik potensi bencana banjir, longsor, pohon tumbang hingga potensi tsunami.

“Apalagi ada hasil kajian tim ahli terkait terjadinya tsunami di wilayah Pangandaran. Tentu itu harus dipersiapkan sarana dan prasarana, masyarakat dalam menghadapi bencana tersebut sebelum terjadi,” tegasnya.

Namun, kata dia, itu baru kajian yang dilakukan oleh tim ahli. Tapi masyarakat harus siap menghadapi bencana tersebut jika benar terjadi. Dan jangan panik, karena bisa buyar nantinya.

“Peran TNI Polri bersama instansi terkait dalam melakukan penanggulangan dan penanganan bencana sangat membantu. Apalagi dengan adanya latihan ini, mudah-mudahan bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.