Dapat Nomor Keramat, Pilih Klub yang Dekat Masjid

134

Bisa bermain di Eropa seperti mimpi. Namun, mimpi itu telah menjadi kenyataan bagi Egy Maulana Vikri. Pemain yang baru akan genap 18 tahun pada 7 Juli mendatang itu sudah resmi bergabung dengan klub Polandia, Lechia Gdansk. Egy pun diperkenalkan kepada media pada Minggu (11/3) siang waktu Polandia atau malam WIB.

Rupanya kepercayaan manajemen Lechia terhadap Egy sangat besar. Seperti yang diungkapkan di awal sesi konferensi pers, Minggu (11/3). “Kami harap Egy bisa memberi kontribusi bagi tim dan mampu mencetak banyak gol bagi tim,” harap staf klub Lechia.

Bukti kepercayaan tersebut adalah dengan pemberian nomor punggung 10 kepada bintang Timnas U-19 itu. Egy sendiri tampak bangga bisa dipercaya mengenakan nomor punggung keramat tersebut dalam debutnya di kompetisi Eropa.

Namun demikian, nomor 10 ini tampaknya diberikan kepada Egy untuk tampil bersama tim junior. Karena, di tim utama Lechia sendiri sudah ada Sebastian Mila yang memiliki nomor punggung 10. Artinya, Egy untuk saat ini bakal bermain untuk tim junior hingga nanti telah resmi mendapatakan kontrak profesional bersama Lechia, empat bulan ke depan.

Dalam sesi konferensi pers tersebut Egy ditemani langsung oleh agenya, Dusan Bogdanovic.  Di awal sesi, pihak Lechia langsung mengumumkan status Egy saat ini. Disebutkan bahwa pemain kelahiran Medan ini tidak langsung mendapat kontrak profesional. Hal terkait regulasi sepak bola Eropa yang hanya mengizinkan pemain yang sudah berumur 18 tahun yang boleh dikontrak secara profesional.

Egy sendiri saat ini baru berumur 17 tahun, dan baru berulang tahun ke-18 pada 7 Juli nanti. Satu hari usai berulang tahun, 8 Juli 2018, Egy langsung menandatangani kontrak profesionalnya bersama Lechia.

“Terima kasih buat suporter Lechia, terima kasih juga untuk masyarakat indonesia atas dukungannya. Ini bagai mimpi bisa bermain di Eropa. Semoga saya bisa sukses bersama Lechia, dan good luck untuk laga malam ini melawan Legia Warsawa,” ungkap Egy di acara konferensi pers, Minggu (11/3).

Sebelumnya, Egy menyampaikan akan memilih klub di Eropa yang kotanya terdapat banyak masjid. Atau, setidaknya tempat tinggal Egy nanti berdekatan dengan masjid agar dia bisa mudah menjalankan ibadah salat.

“Saya mencari klub yang di sekitarnya banyak masjidnya. Saya tak mau melupakan ibadah, orang tua saya juga berpesan jangan tinggalkan ibadah,” tegas Egy beberapa waktu lalu, sebelum bertolak ke Eropa.

Gdansk memang menjadi salah satu kota besar di Polandia. Tapi, dari penelusuran yang dilakukan oleh JPNN di beberapa situs moslem Poland, ternyata hanya ada satu masjid yang berdiri di sana. Masjid tersebut lebih dikenal oleh warga di sana dengan sebutan Gdansk Mosque.

Melihat populasi muslim di Polandia, memang berbeda jauh dengan di Prancis. Hanya ada sekitar 40.000 muslim di seluruh Polandia, seperti data yang dilansir Islam-Warzsaw. Berbeda dengan Prancis yang memiliki populasi sampai dengan 7,1 juta muslim.

Lechia Gdansk sendiri bermarkas di Stadion Energa Gdansk, namun untuk training ground dan markas tim junior mereka ada di Traugutta Training Ground.

Jarak tempat latihan ke masjid, dalam google maps mencapai 4,9 Km. Lumayan jauh dari training ground. Sebagai perbandingan, dari penelusuran JPNN, di Saint-Etienne ada banyak Masjid, lebih dari lima yang tersebar di beberapa penjuru kota. Beberapa nama masjid itu antara lain Mosque Taqwa, Al-Houda, Ar-Rahma, Al-Tawba Al-Wifaq, sampai masjid terbesar yang bisa menampung ribuan jamaah, Grande Mosque Muhammad IV.

Selain itu dan ada empat masjid lainnya yang hanya tertera alamat tapi tak disebutkan namanya. Apakah Egy akan betah di klub yang bermarkas di kota yang secara kuantitas masjidnya belum sesuai harapan?

Dari semua pihak yang senang dengan kepastian Egy Maulana Vikri berlabuh ke Lechia GdanskSubagja Suihan menjadi salah satu yang paling berbahagia.

Subagja adalah sosok yang berjuang keras menjadikan pemain asal Berastagi, Sumatera Utara, itu menjadi bintang.

Ketua umum Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) itu merupakan ayah angkat Egy sejak 2011 lalu. Berkat tangan dingin dan kesabaran Subagja, Egy menjelma menjadi pemain bintang di Medan, Sumut, Indonesia, dan Asia Tenggara.

“Saya sudah tempatkan Egy di tempat yang layak seperti sekarang. Artinya, tugas saya mengantarkan Egy menjadi pemain besar bisa dikatakan sukses,” kata ayah Subagja.

Subagja juga mengantar Egy ke Polandia untuk bergabung dengan Lechia Gdansk. Dia mengaku akan terus mengawal Egy di Lechia Gdansk. Dengan demikian, Egy merasa nyaman di klub itu.(dkk/jpnn)

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.