Dari Iseng Hingga Status Sosial

49
MENGANTRE. Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) saat melakukan registrasi pelaksanaan tes CPNS.

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

Profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi dambaan masyarakat. Terbukti animo peserta seleksi CPNS kian membludak tiap adanya perekrutan.

Mengingat menjadi abdi negara dinilai membanggakan serta bermasa depan cerah.

Seperti yang di­ung­kapkan Dera Nurul (28) yang mengikuti CPNS untuk formasi umum guru. Dia mengikuti seleksi dengan harapan bisa mendapatkan jaminan di masa tua dan menjanjikan dari sisi pekerjaan.

“Bagaimana tidak, selain ada pensiun, PNS tidak mengenal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, Red) seperti perusahaan. Jadi terjamin, kecuali kita buat kesalahan sampai dapat sanksi berat hingga dipecat,” ungkapnya di sela seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS di Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (26/10).

Dera yang mendapat dukungan penuh dari orang tuanya berharap bisa menjadi PNS. Sehingga, akan mengikuti setiap rangkaian tahapan tes dengan serius.

“Orang tua juga menyuruh, selain saya juga minat. Makanya serius persiapan juga, latihan-latihan soal dan sharing dengan teman-teman yang juga ikut tes,” ungkapnya.

Berbeda dengan Ahmad Guntur (26), dia yang saat ini bekerja di salah satu lembaga amal justru mencoba peruntungan mengikuti CPNS. Selain mengukur kemampuan, iseng dan ingin menambah pengalaman.

“Coba-coba saja, siapa tahu beruntung. Memang nothing to lose kalau tidak lulus juga, saya toh sedang bekerja,” tuturnya.

Peserta lainnya, Waffa (30) menuturkan bila lolos dan diterima menjadi PNS adalah kebanggaan baginya. Apalagi saat ini, dia menjadi tenaga bantuan di salah satu sekolah.

“Mudah-mudahan diterima, sebab jadi guru honor itu semua memimpikan diangkat menjadi PNS. Status di lingkungan sekolah antara honorer dan PNS sangat berpengaruh di samping pendapatan,” paparnya.

Peserta lainnya, Prisma S (27) mengaku didorong keluarga supaya menjadi abdi negara. Mengingat jenjang karir jelas, serta adanya status sosial yang dibanggakan dengan menjadi PNS menjadi minat tersendiri untuk dimiliki.

“Memang saat ini bekerja di perusahaan swasta. Tapi tidak salahnya ada lowongan kebetulan untuk formasi daerah, kalau harus kementerian yang penempatannya jauh pikir dua kali. Ini mumpung ada saja untuk pengisian di Pemkot,” pungkasnya. (igi)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.