Data Angka Kemiskinan Mikro Harus Divalidasi Secara Rutin

113
0
DENGARKAN. Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mendengarkan masukan dari TKPKD di Cijulang, Pangandaran Senin (1/7). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
Loading...

PANGANDARAN – Secara data makro (besar) angka kemiskinan di Pangandaran selama tiga tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan, namun untuk data mikro (kecil) harus ada beberapa penyesuaian dan perbaikan data.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Ciamis Pangandaran Nevi Hendri mengatakan penurunan angka kemiskinan secara makro turun dari angka 10 persen menjadi delapan persen selama tiga tahun terakhir.

”Tetapi validasi dan verifikasi data kemiskinan mikronya memang harus ditingkatkan terutama by name by adress, karena BPS hanya mendata secara makro saja,” jelasnya kepada Radar, saat ditemui di Cijulang Senin (1/7).

Menurutnya, Bupati Pangandaran sudah mengarahkan kepada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), untuk membenahi data kemiskinan terbaru.

”Kalau sudah dibenahi di tingkat mikro, saya yakin tidak ada lagi perbedaan pada data dan realitas di lapangan,” ujarnya.

Lanjut dia, jika ke depan data kemiskinan mikro di Pangandaran sudah rapi, maka akan mempermudah Pemkab dalam pengentasan kemiskinan. ”Secara sistemnya, yang belum masuk BDT (Basis Data Terpadu) sudah bisa masuk,” jelasnya.

Menurutnya, indikator untuk menentukan tingkat kemiskinan secara makro, dilihat dari garis kemiskinan makanan dan non makanan. Untuk garis kemiskinan makanan merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan, dengan 2.100 kilokalori perkapita.

Loading...

“Sementara itu, indikator penentuan kemiskinan mikro ada variabel multifungsi dimulai dari aspek demografi, fasilitas, aset dan pendidikan,” katanya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya akan mulai merapikan data kemiskinan mikro, agar dalam pengentasan kemiskinan jelas sasarannya.

”Untuk masalah pendidikan sudah merata semuanya, yang akan kita perbaiki soal data penerima manfaat pelayanan kesehatan, baik dari BPJS maupun Kertawaluya,” terangnya.

Lanjut dia, mereka akan melihat lagi data kemiskinan berdasarkan pendapatan dan pengeluaran, serta beberapa indikator lain. ”Intinya kita akan rapihkan dulu semuanya,” jelas dia. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.