Data BPNT Tak Valid

78

CIGALONTANG – Data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dianggap tidak valid atau tak sesuai dengan realita di lapangan. Hal itu diungkapkan Kepala Desa Nanggerang Kecamatan Cigalontang Agus Suwarlan kepada Radar, Kamis (10/1).

Agus menjelaskan tidak tepatnya data penerima BPNT mulai dari sasaran, seperti ada penerima yang ternyata sudah meninggal. Kemudian ada warga masuk kategori mampu tapi menerima bantuan tersebut.

“RT dan RW tahu permasalahan yang ada di wilayahnya. Termasuk mana penerima BPNT yang layak mendapatkan bantuan atau tidak dan laporannya banyak yang tidak sesuai,” ujarnya kepada Radar, Kamis (10/1).

Seharusnya, kata dia, sebelum menyalurkan bantuan, alangkah baiknya koordinasi dengan pemerintah desa dan survei ke lapangan. Itu dilakukan guna mengetahui kondisi calon penerimanya, apakah sudah sesuai atau belum.

“Melihat kondisi ini, kami di pemerintah desa meminta data BPNT segera direvisi ulang. Karena kondisi saat ini terjadi gejolak di masyarakat. Banyak yang cemburu karena tidak menerima bantuan. Kondisi seperti ini selalu pemerintah desa yang disalahkan, padahal kita tidak mengetahui pendataannya,” jelasnya.

Terang dia, banyak warga yang mendatangi kantor desa untuk menanyakan kenapa BPNT penyalurannya tidak tepat sasaran. “Saya harap, pemerintah daerah cepat tanggap mengenai keluhan dari pemerintah desa. Karena jika ada bantuan dari pemerintah dan tidak tepat sasaran, tetap saja desa yang menjadi sasaran kemarahan masyarakat,” ungkapnya.

Idealnya, kata dia, data yang dikantongi pemerintah daerah dikonsultasikan dengan pemerintah desa. Karena, yang paling tahu kondisi masyarakatnya saat ini. “Kalau yang sekarang digunakan data lama,” paparnya.

Dia menambahkan penyaluran bantuan kepada warga miskin lebih efektif program beras miskin (raskin). Karena ada kerja sama antara pemerintah daerah dan Bulog. Kemudian berasnya dikirim ke desa dan dibagikan kepada penerima secara tepat sasaran.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang Fakir Miskin dan Data pada Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya Wawan Setiawan terkait data BPNT melalui sambungan telepon belum memberikan penjelasannya. “Kita bertemu besok (hari ini) jangan lewat media sosial, karena menjelaskannya harus panjang lebar,” katanya. (obi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.