Data Kebutuhan Pupuk Subsidi di Ciamis tak Akurat

80
0
Dr drh Agus Yuniawan Isyanto MF
Dr drh Agus Yuniawan Isyanto MF
Loading...

CIAMIS – Akademisi Universitas Galuh Ciamis dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Ciamis menyikapi persoalan kelangkaan pupuk Phonska bersubsidi di Kecamatan Tambaksari.

Dosen Pertanian Universitas Galuh (Unigal) Dr drh Agus Yuniawan Isyanto MF menyarankan ke depan, penetapan kuota pupuk bersubsidi harus berdasarkan data yang valid dan akurat. Terutama dari sisi supply (produksi pupuk nasional dan lainnya) dan sisi demand (kebutuhan riil petani).

“Dengan demikian tujuan pembangunan pertanian terkait peningkatan produksi, produktivitas dan kesejahteraan petani dapat tercapai,” ujar Agus yang juga Wakil Rektor 1 Unigal ini.

Agus menyarankan, Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis pun harus secepatnya mencari solusi kelangkaan pupuk pada beberapa sentra produksi padi. Caranya? Bisa dengan cara redistribusi atau realokasi jika dimungkinkan dari sisi peraturan yang berlaku.

“Fakta kelangkaan pupuk ini bisa dijadikan momen untuk menggali informasi kebutuhan petani yang akurat sesuai dengan fakta di lapangan,” ujarnya menyarankan.

Loading...

“Tim pengawasan pupuk bersubsidi harus segera turun ke lapangan untuk mencari informasi penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi ” kata dia mengimbau.

Terkait apakah ada efek ketahanan pangan dari kelangkaan pupuk Phonska bersubsidi saat ini? Menurutnya, kalau bicara ketahanan pangan artinya berbicara Ciamis sebagai wilayah kabupaten.

“Menurut saya ketahanan pangan tidak akan terpengaruh signifikan,” ujarnya menganalisa.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciamis Aos Firdaus berharap Pemkab Ciamis segera mencari jalan keluar dari permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi, seperti di Kecamatan Tambaksari, karena kelangkaan pupuk bisa mengakibatkan kerugian bagi petani akibat gagal panen atau panennya tidak maksimal.

“Makanya kami mendesak kepada Dinas Pertanian untuk segera mencari solusi hal tersebut,” kata Aos ditemui di Ciamis, Jumat pagi (11/12).

Baca juga : Pupuk Phonska Bersubsidi di Ciamis Langka, Begini Kata Distributor..

Aos mengharapkan Dinas Pertanian pun memiliki solusi dari kelangkaan pupuk Phonska di Kecamatan Tambaksari.

“Jadi Dinas Pertanian cari solusinya. Jangan hanya terbentur karena habis kuota ditentukan pemerintah pusat, namun Dinas Pertanian daerah harus punya solusi atau kemandirian, sesuai dengan salah satunya visi misi Bupati tentang kemandirian ekonomi,” ucapnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Ciamis akan membahas dan mencari jalan keluar tentang kesulitan pupuk bersubsidi yang dialami para petani di Kecamatan Tambaksari.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis Erik Krida Setia ST mengaku telah menerima koordinasi dari Anggota DPRD Ciamis Dapil IV Angga Nugraha soal para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di Kecamatan Tambaksari.

Dalam waktu dekat, kata Erik, pihaknya akan memanggil beberapa pihak terkait kelangkaan pupuk tersebut. Seperti akan memanggil Dinas Pertanian Ciamis dan distributor pupuk. Dewan akan meminta kejelasan kedua belah pihak mengenai kelangkaan pupuk tersebut.

“Karena ini harus ada penjelasan kenapa sampai terjadi seperti itu, sementara di wilayah lain ada, toh di Kecamatan Tambaksari kosong pupuk Phonskanya,” ujarnya saat dihubungi Radar, Kamis (10/12). (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.