Data Pemilih Pilkades Ciamis Masih Direkap

67
0

CIAMIS – Data pemilihan Pilkades Serentak di Ciamis tahun 2020 akan diperbaharui. Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Dian Budiyana.

Menurutnya, perubahan data pemilih tersebut karena ada perubahan data penduduk. Ada yang sebelumnya, belum berusia 17 tahun, kini sudah 17 tahun.

Baca juga : 2 Hari Hilang, Warga Pamarican Ciamis Ditemukan Terkapar Membusuk di Bawah Jambe

Pun kini ada warga Ciamis yang sudah menikah, pindah alamat dan meninggal dunia. “Karena yakin akan ada perubahan, makanya akan ada tahapan diperbaharui,” ungkap Dian kepada Radar Jumat pagi (10/7).

Pembaharuan data pemilih dilaksanakan tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. Karena setiap wilayah bisa saja berbeda.

Ada yang jumlah pemilihnya bertambah, karena usianya sudah hak memilih atau memang berkurang karena ada yang pindah keluar kota atau pun memang meninggal dunia.

Loading...

“Mengenai data sebelumnya kami masih melakukan rekap dengan data yang baru nanti berapa hak pilih secara keseluruhannya,” ujarnya. Jumat sore, dia mengirimkan data bahwa jumlah pemilih Pilkades sebelumnya 503.509 orang.

Dian juga menjelaskan skema pemilihan. Para pemilih mencoblos seperti pada Pilkada. Hanya mereka menerapkan protokol kesehatan.

Untuk protokol kesehatannya, jelasnya, pemilih wajib menggunakan masker. Kalau memang tidak memakai masker, ya mungkin tidak bisa masuk.

“Kami juga akan meminta saran ke gugus tugas seperti apanya,” paparnya.

Pihaknya akan memper­timbangkan saran-saran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terkait Pilkades di 143 desa tersebut. Termasuk soal penyediaan tempat mencuci tangan di lokasi pemilihan.

“Bila kondisi darurat air jauh, maka bisa gunakan hand sanitizer,” paparnya.

Ketua Tim Penanganan Kasus (PIK) Covid-19 Kabupaten Ciamis dr Eni Rochaeni menjelaskan desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades akan mengikuti edukasi protokol kesehatan pelaksanaan Pilkades. Termasuk di dalamnya pengaturan jadwal kedatangan para calon pemilih ke TPS.

“Di TPS juga harus ada tempat cuci tangan pakai sabun sebelum melakukan pemilihan, pulangnya sampa cuci tangan juga, bahkan pakai masker dan jaga jarak,” ujarnya.

Rombongan pemilih juga disarankan dibatasi. “Kloter pertama satu putaran paling banyak 20 orang,” ujarnya. “Dijadwal satu orang pencoblosan itu berapa menit, nanti kecamatan atau desa juga bikin pengumumannya mengenai tata cara hal itu disampaikan kepada masyarakat,” sarannya.

Dia berpesan agar Pilkades Serentak dilaksanakan melalui protokol kesehatan ketat. Jangan sampai ada kluster baru setelah pilkades.

Pihak kecamatan, kata dr Eni, harus berkoordinasi dengan puskesmas setempat. Mereka harus menyosialisasikan protokol corona saat pilkades.

Baca juga : Calon Kades di Ciamis Siapkan Rp500 Juta untuk Kampanye

Satu tempat pemungutan suara, kata dia, sekitar 500 pemilih. Jadwal mencoblos diatur agar tidak ada kerumunan.

“TPS ini diperketat. Kami juga sarankan kepada panitia sediakan juga masker takut (ada pemilih) yang enggak pakai masker saat memilih,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.