Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Data Penerima Bantuan di Kota Tasik Amburadul, Kok Bisa?

2287
9
*) Sumber: Diskominfo Kota Tasik, grafis: niz / radar tasikmalaya

TASIK – Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mendistribusikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak Covid-19, Senin (11/5). Namun, pada pelaksanaannya ditemukan 5.175 data penerima yang masih bermasalah.

Baca juga : Dinas Sosial Kota Tasik Temukan Ketidakcocokan Data Penerima Bansos

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengatakan bantuan uang tunai Rp 500 ribu itu sudah didistribusikan secara bertahap. Secara umum, prosesnya berjalan dengan lancar.

“Sudah mulai kita distribusikan hari ini (kemarin, Red) Alhamdulillah lancar,” ungkapnya usai rapat evaluasi PSBB di Bale Kota Tasikmalaya, Senin (11/5).

Adapun beberapa hal teknis yang bermasalah yakni adanya permasalahan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dirinya pun langsung menginstruksikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk memperbaiki masalah tersebut.

“Ada lima ribuan lebih, yang identitasnya tidak sesuai dengan NIK dan malam ini (kemarin,Red) saya minta (dinas terkait) mulai diperbaiki,” tegasnya.

Budi menduga kekeliruan NIK atau data calon penerima terjadi saat Musyawarah Kelurahan (Muskel) Dinsos.

“Mungkin saat pendataan Muskel, itu yang bersangkutan masih menggunakan KTP lama. Contohnya kan ada yang cuma 15 digit NIK-nya, sementara kita ketahui KTP elektronik itu NIK 16 digit,” kata dia.

Dia pun meminta masyarakat tidak khawatir, ketika sudah terdata otomatis akan mendapat bantuan. Hanya saja perlu dibenahi administrasinya supaya benar-benar cocok.

“Sebab, ketika ada perbedaan data harus diproses dulu, karena ini menyangkut masalah pertanggungjawaban,” tuturnya.

“Namun, kalau double bantuan otomatis dicoret. Termasuk, ketika dia itu PNS, pejabat berpenghasilan tetap, TNI dan Polri serta pensiunan itu gak boleh (menerima bantuan),” sambung Ketua Gugus Tugas Covid-19 tersebut.

Ia berharap fenomena data bermasalah tersebut menjadi momentum penertiban administrasi kependudukan.

Termasuk, ketika ada warga sudah meninggal dan masih terdata, pihak keluarga supaya bisa mengusulkan pembuatan akta kematian. “Supaya dikeluarkan dari daftar penduduk.

Sebab, akan terbawa terus dan muncul lagi di data base kalau akta-nya tidak diurus,” kata dia.

“Saya ingin tiga hari ke depan masalahnya (data bantuan, Red) sudah selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya H Muhamad Yusuf mengaku menemukan warga yang menerima bantuan pemerintah, padahal secara ekonomi warga tersebut tergolong masih mampu.

”Memang ada yang dibatalkan, namun ada juga yang tetap menerima bantuan dengan dalih ikut terdampak Covid-19. Anehnya mereka tidak malu dapat bantuan karena peruntukannya bukan bagi warga miskin,” kata Yusuf tanpa menjelaskan secara detail warga tersebut.

Namun. Kata Yusuf, hasil monitoring pendistribusian di Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes, dia menemukan ada data kependudukan calon penerima yang tidak sesuai.

Dari 487 penerima di kelurahan tersebut, 247 diantaranya sudah klir sehingga penerima bisa langsung mencairkan bansos.

“Sisanya sedang diproses, karena ada waktu sampai Rabu (13/5). Sabar, uangnya sudah ada di Kantor Pos, jangan panik,” harap Yusuf.

Orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu berpesan, masyarakat yang merasa mampu, namun mendapat bantuan supaya lebih manusiawi.

Baca juga : Ada Warga Mampu di Kota Tasik Dapat Bansos

Kembalikan ke pemerintah, supaya bisa diserahkan kepada yang lebih berhak. “Ketika ada persoalan kita tertibkan sekarang, supaya bulan depan semakin baik. Ini kepedulian terhadap warga terdampak dari Pemkot,” tegasnya.

Lurah Nagarasari, Fery Heryawan mengakui dari total 484 penerima di wilayahnya, hanya 247 saja yang langsung hari itu dapat dicairkan. “Sisanya 237 masih diperbaiki dahulu, dan bantuannya nanti disusulkan,” kata dia. (igi/rga)

loading...

9 KOMENTAR

  1. Caroge abi atos di liburken ti perusahaan da sebab perusahaana te kenging beropearasi ku pemerentah efek corona. Tpi gening te aya bantosan ti pemkot tnpi di gubernur Jabar ari nu marampu dapat bansos jdi miris asa dianak tereken ku pamarentah 😭

  2. ternyata aya oge nu di anak tere keun,manawi th abi wungkul nu terdampak kehilangan pekerjaan d anak tere keun th..hmmmm
    Sabaaaarrr y buuu…..الله اكبر،،،،،،
    serahkan swmuanya sama yg Kuasa……….امين……..

  3. aduhhh ternyata bantuan itu banyak yang salah sasaran ternyata masa disini orang yang di sebut masih mampu (berkecukupan) menerima bantuan sedangkan yang tidak mampu tidak menerima bantuan

  4. Kaka saya 64 th tdk bekerja, tinggal bersama kakanya pensiunan dg 4 angota di kk nya, apakah dapat bantuan sedangkan untuk makan jg minta sana sini. Terimakasih

  5. Pak walikota,abi teu tiasa kerja abi sakit dalaman gak bisa bawa berat,kerja cuma serabutn sekarang nganggur,pak boboro pkh atwa bansos tw listrik gratis,saya merasa gak adil sebab orang yg bisa kerja penghasilannya banyak ko bisa dapat pkh bansos,pak pake data yg sekarang semua juga membutuhkan,pokonya buradul pak

  6. Iya bagi mana ath ie bantuan te kenging hiji”acn?ari ningali d batur mah karenging bantuan ari ka bbdhn1 mah te aya pisan bantuan😢anu milik mah nu karenging PKH we raos d jamin tiap sasih!!

  7. Bpk walikota Tasikmalaya kedah na terjun ka lapangan ngontrol bembagian bansos covid-19, menyapa masyarakat supados ka uninga saha anu berhak nampi , di kontrol secara random di tiap kelurahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.