Datangi PBNU, Prabowo Langsung Dijanjikan Jadi Anggota NU, Sandiaga Enggak

769
Prabowo-Sandiaga mengunjungi kantor PBNU ditemui KH Said Aqil Siradj, Kamis (16/8/2018)

JAKARTA – Pasangan bakal capres-cawapres Prabowo-Sandiaga langsung melakukan safari politik dengan menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Setelah mendatangi Wakil Presiden Jusuf Kalla, pasangan yang diusung koalisi oposisi itu mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (16/8/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowa-Sandiaga disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Sebelum melakukan pertemuan tertutup, mereka menyempatkan diri menyapa media dan langsung memasuki gedung.

Baru setelah sekitar 45 menit kemudian, mereka pun tampak keluar usai menuntasi pertemuan tersebut.

Kepada awak media, Prabowo menyatakan kehadirannya bersama Sandi dalam rangkaian silaturahmi politik.

Atas kunjungan keduanya itu, Said Aqil selaku tuan rumah mengapresiasi langkah Prabowo-Sandi.

Menurutnya, silarahmi tesebut dapat memperkuat ikatan silaturahim dan persaudaraan.

“Dengan harapan kedepan semuanya akan lebih baik dan bisa berpolitik dengan berbudaya dan berakhlak membangun bangsa ini dengan niat yang baik,” jelasnya.

Hal itu, lanjut Said Aqil, demi kepentingan bangsa yang lebih besar.

“Demi rakyat, masyarakat kecil, demi meningkatkan martabat bangsa ini,” ujar Said Aqil.

Dalam kesempatan itu Said Aqil juga menyinggung status Prabowo yang belum bergabung bersama keluarga besar NU.

Sementara, Sandi sudah bergabung sejak lama.

“Situasinya cair. Insya Allah sedang disiapkan kartu anggota PBNU untuk pak Prabowo. Kalo mas Sandi sudah,” tutup Aqil.

Untuk diketahui, Prabowo-Sandiaga sebelumnya menemui Wapres Jusuf Kalla.

JK menuturkan, pertemuan itu sekaligus menunjukkan bahwa mereka tetap bersahabat meski pernah bersaing dua kali dalam pilpres.

Yakni saat Prabowo jadi cawapres Megawati Soekarnoputri pada 2009 dan ketika Prabowo jadi capres pada 2014.

“Jadi , tidak boleh putus hanya karena masalah lima tahun (pilpres),”

“Tadi kami berbicara tentang bagaimana pemilu yang baik, yang jujur, yang adil, dan demokratis,” ujar JK.

Sebagai wakil presiden, JK menegaskan dirinya saat ini tidak boleh berpihak dan tetap menjaga hubungan baik dengan semua elemen bangsa.

Tapi sebagai politikus, ia sama sekali tak boleh berpihak. JK sendiri sejauh ini mengaku mendukung Jokowi.

Sementara itu, Prabowo menganggap JK sebagai senior. Keduanya pernah sama-sama berada di Partai Golkar. Juga pernah bersaing di pilpres.

Namun, persahabatan di antara dua figur tersebut tetap terjaga.

“Sesuai dengan adat istiadat kita bangsa Indonesia, yang muda datang ke yang lebih senior untuk sowan,” tutur dia.

(nes/rmol/ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.