Massa Aksi Sempat Ricuh dengan Aparat

Datangi Pendopo Kuningan, Mahasiswa Pertanyakan Video Viral “Laknat” Bupati

179
0
Puluhan mahasiswa menggelar aksi kecaman terkait pernyataan Laknat yang dilontarkan bupati beberapa waktu lalu. FOTO:MUMUH MUHYIDDIN/RADAR KUNINGAN

KUNINGAN-Puluhan mahasiswa dan warga mempertanyakan viralnya video pernyataan Laknat Bupati H Acep Purnama beberapa waktu yang lalu. Mereka menggelar aksi di depan Pendopo Bupati, Kamis (21/2).

Para pendemo ini melakukan aksi diawali dengan longmarch dari Taman Kota Kuningan. Sambil membawa alat peraga bertuliskan berbagai kecaman, mereka mengecam ucapan Laknat yang diucapkan Acep Purnama kendati Acep sendiri secara jentel sudah meminta maaf dan mengakui pernyataannya itu keseleo lidah.

Kericuhan sempat terjadi antara aparat dengan para pendemo. Bahkan diduga salah seorang jurnalis pun mendapat intimidasi lantaran memposting video ricuh di medsos. Padahal aksi awalnya berjalan kondusif di bawah pengawalan puluhan aparat kepolisian dan Satpol PP.

Sambil membawa spanduk putih yang bertuliskan “Kau Bikin Diri Ahok Jilid II di Kuningan” serta tulisan-tulisan lainnya, di depan pendopo massa berdiri berjejer sambil membentangkan tulisan lainnya bernada kecaman keras kepada orang nomor 1 di Kabupaten Kuningan.

Kasat Intel Polres Kuningan AKP Iwan Rasiwan langsung menemui para peserta dan berdialog. Ia meminta agar spanduk putih dipasang di luar kantor Pemkab Kuningan saat para mahasiswa hendak memasangnya di dalam area setda. Namun massa aksi tetap memaksa untuk memasang di dalam, hingga dialog pun memanas.

“Rekan-rekan dalam penyampaian aspirasi sudah disampaikan, harusnya rekan-rekan sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada saya, karena sesuai UU tentang penyampaian pendapat di tempat umum, aksi ini tidak ada izin dan bisa dibubarkan. Tapi saya masih menghargai kamu,” kata Kasat Intel kepada para peserta aksi.

Setelah dilarang memasang spanduk di dalam kemudian massa balik kanan, namun entah siapa yang memulai hingga terjadi dorong dan saling pukul antara massa dengan petugas keamanan.

Keributan pun berhasil dicegah, sehingga massa kemudian memasang spanduk di pintu gerbang tengah kantor Bupati Kuningan.

Korlap Aksi Nabil Malik usai aksi mengatakan, kedatangan dirinya bersama para mahasiswa dan forum lintas agama, untuk menyampaikan apsirasi terkait pernyataan Acep yang menurutnya melukai semua elemen masyarakat dan agama.

“Ini aksi damai dan aksi ini telah izin dan bukan ilegal. Izinnya juga pemberitahuan, bahkan tadi kami disebut ‘kirik’ oleh salah satu oknum polisi, kami akan tuntut sampai kapan pun, karena kami masyarakat,” kata Nabil.

Menurut Nabil, spanduk betuliskan Ahok, karena pada saat itu Ahok melakukan ujaran kebencian dengan menistakan agama, sama halnya yang diucapkan oleh Acep yang menurutnya juga harus diproses.

“Ini lebih parah dari Ahok karena ini melukai semua agama. Kami akan kembali melakukan aksi, walaupun kasus ini sedang diproses oleh Bawaslu. Yang membuat kami geram ialah pernyataan beliau yang telah menyakiti,” ucapnya. (muh/Radar Cirebon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.