Dawalul Bordir Kota Tasik, Stylish dengan Masker Bordir

456
0
INOVASI. Owner Dawalul Embroidery Eva Dawalul menunjukkan masker bordir yang elegan dan berkelas. Produk masker menjadi inovasi di tengah pandemi. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya
INOVASI. Owner Dawalul Embroidery Eva Dawalul menunjukkan masker bordir yang elegan dan berkelas. Produk masker menjadi inovasi di tengah pandemi. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya. foto-foto: Fatkhur Rizqi / Radar Tasikmalaya

TASIK – Masa pandemi ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Di saat penjualan menurun, inovasi menjadi hal yang penting dilakukan agar roda usaha tetap berjalan. Seperti yang dilakukan Dawalul Bordir di Jalan Asrama Nyantong No 39 A Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya.

UMKM Binaan Bank Indonesia Tasikmalaya ini pandai me­manfaatkan peluang usaha dengan mem­produksi masker bordir khas Tasikmalaya yang elegan dan berkelas.

“Saat ini masker menjadi hal yang penting dan dipakai semua orang. Bahkan, masker menjadi salah satu item fashion. Makanya, semenjak pandemi saya memproduksi masker kain berstandar protokol ke­sehatan dan dipadukan dengan keindahan kerajinan bordir,” kata Owner Dawalul Embroidery Eva Dawalul, Jumat (18/9).

Masker yang dibanderol mulai Rp 90 ribu hingga Rp 130 ribu ini dikerjakan secara handmade dengan bahan berkualitas yakni satin rosella, katun dan jetblack. Dibuat tebal tapi nyaman.
Motifnya pun beragam, kata ia, bahkan Dawalul sudah meluncurkan 280 motif masker. Di antaranya bunga, animal, etnik dan lainnya.

“Motifnya unik dan elegan. Makanya masker bordir kami diminati konsumen dari berbagai penjuru Indonesia,” ujarnya.

Masker bordir yang ia rancang ini mampu meningkatkan animo masyarakat terhadap bordir. “Kita memang harus jeli melihat peluang pasar. Alhamdulillah produk masker bordir ini mampu memberdayakan masyarakat, saya menyerap belasan karyawannya untuk membuat 100 pieces masker tiap harinya,” katanya.

Eva mengatakan, inovasinya membuat masker bordir ini sejalan dengan misinya untuk menjadikan bordir sebagai life style. Dengan rancangannya yang unik, warna-warni dan etnik mampu membawa bordir khas Tasik tembus ke pasar Asia, Eropa dan Amerika.

“Keunggulan Dawalul Bordir ini dikerjakan manual sehingga lebih ekslusif,” katanya.

Selama ini Eva konsisten dan fokus pada kerajinan bordir Tasik agar bisa mendunia. Tidak berkutat di kebaya dan mukena saja, Eva berkreasi dengan produk blazer, dress, long coat, jaket bomber dan tunik yang dibuat kaya dengan motif warna.

“Harga blazer mulai Rp 1,3 juta sampai Rp 2,3 juta. Harga sesuai kualitas. Bordir Tasik ternyata diminati oleh konsumen kalangan atas,” kata wanita asal Kawalu Kota Tasikmalaya ini.

Ia pun komitmen untuk terus berkreasi dengan bordir sehingga bordir Tasik kini kembali pada kejayaannya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.