Daya Saing Produk Menurun, Pelaku UKM Dituntut Tingkatkan Kualitas

25
0
PEKERJAAN RUMAH. Sekda Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan menyebut dalam tiga tahun terakhir daya saing produk unggulan Kota Tasikmalaya menurun. ujang nandar / radar tasikmalaya

TASIK – Turunnya daya saing produk unggulan Kota Tasikmalaya dalam tiga tahun terakhir ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Tasikmalaya. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya H Ivan Dicksan.

“Memang produk unggulan kita saat ini menurun,” kata Ivan  Kamis (12/12). Sampai saat ini pihaknya belum mengetahui penyebab penurunan daya saing produk unggulan Kota Tasikmalaya itu.

“Sejauh ini belum diketahui. Hanya saja saat ini kami terus melakukan upaya-upaya agar daya saing produk unggulan itu memiliki kualitas,” ujar dia. Untuk melihat permasalahan itu, pihaknya sudah menugaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk peningkatan daya saing. Termasuk membuat program-program pemasaran produk-produk unggulan.

Dia pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kota Tasikmalaya melakukan evaluasi dan mengidentifikasi kelemahan produk unggulan Kota Tasikmalaya sehingga menurun daya saingnya. “Termasuk semuanya saya minta terbuka, mulai dari para pelaku UKM dan masyarakat, sehingga lebih objektif permasalahan penurunan daya saing produk unggulan itu,” kata Ivan.

Meski daya saing menurun, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus melakukan pembinaan-pembinaan terhadap pelaku UKM, khususnya dalam peningkatan kualitas produk. “Termasuk meningkatkan skill dalam kerajinan-kerajinan. Itu terus kita dorong. Dan dalam pemasarannya mengikutsertakannya UKM pada event-event pameran di berbagai daerah,” kata Ivan.

Dalam peningkatan kualitas, kata dia, saat ini kendala yang paling terlihat yakni dalam segi permodalan. “Makanya ke depan kami akan mendorong adanya koperasi agar pembelian bahan baku itu lebih murah dan mudah,” kata dia.

Loading...

Ivan juga menyarankan para pelaku UKM terus berusaha meningkatkan kualitas standar dalam pembuatan produknya. “Saya harap itu saling melengkapi, selain kami dari pemerintah akan terus mendorongnya agar kualitas produk meningkat,” saran dia.

Sementara, Ketua Harian Dewan Peningkatan Daya Saing Kota Tasikmalaya (DPDS) Kota Tasikmalaya Wahyu Trirahmadi mengatakan produk unggulan yang mengalami penurunan yakni produk alas kaki, seperti sandal dan kelom geulis. “Saya lihat saat ini hampir semua turun sampai ke industri rumahan. Yang masih mending saat ini hanya industri kuliner,” kata dia.

Kata dia, penurunan itu dirasakan sejak tahun 2017. Penyebabnya secara umum ada di massa transisi revolusi industri. “Jadi memang pengaruh globalisasi, teknologi beralih, global politik tukang dagang dan pengaruh-pengaruh dari luar,” ujar dia

Menurutnya, pengaruh penurunan daya saing lain yakni dari dalam. “Harusnya para pengusaha UKM ini bisa bersatu. Kompak. Dan jangan berpikir mereka bersaing tidak sehat, itu yang harus diperbaiki saat ini,” tutur dia. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.