Daya Saing Produk Unggulan Tasikmalaya Turun

92
0
SARASEHAN. Peserta mengikuti sarasehan produk unggulan di Favehotel Tasikmalaya Selasa (26/11). Menurut kajian, produk unggulan Kota Tasikmalaya mengalami penurunan daya saing. Ujang Nandar / Radar Tasikmalaya

TASIK – Dalam tiga tahun terakhir ini delapan produk unggulan Kota Tasikmalaya mengalami penurunan daya siang. Produk tersebut antara lain bordir, batik, kelom geulis, payung geulis dan lain-lain.

Hal itu diungkapkan Ketua Harian Dewan Peningkatan Daya Saing Kota Tasikmalaya (DPDS) Kota Tasikmalaya Wahyu Trirahmadi kepada Radar usai acara sarasehan di Favehotel Tasikmalaya Selasa (26/11).

Penurunan yang paling kentara yakni di sektor alas kaki seperti sandal dan kelom geulis. “Saya lihat saat ini hampir semua (usaha, Red) mengalami penurunan omzet. Sektor yang masih terlihat menggeliat saat ini hanya industri kuliner,” katanya.

Menurut kajian, sambung Wahyu, penurunan berbagai sektor usaha ini dirasakan sejak tahun 2017. Penyebabnya secara umum yakni masa transisi revolusi industri. “Jadi memang pengaruh globalisasi dan pengaruh-pengaruh dari luar,” katanya.

Wahyu menjelaskan, saat ini UKM harus kompak, bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar dari luar. Selain itu harus memikirkan adanya klaster industri.

Selama ini, sambungnya, terkesan para UKM dan pengusaha industri berjalan sendiri-sendiri. Terkadang bila mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah tidak melalui satu kajian yang bagus sehingga bantuan itu tidak efektif. “Bahkan terkadang bantuan itu merusak tatanan, misalnya ada bantuan mesin karena tekniknya tidak diberikan secara efektif malah menimbulkan kecemburuan,” katanya.

Loading...

Untuk meningkatkan kembali daya saing itu, salah satunya dengan mendorong sebuah kebijakan pemerintah melalui Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwalkot). “Termasuk kita akan menjalankan Perda-Perda yang pro bisnis,” katanya. (ujg)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.