DBD di Kota Tasik Menggila, 11 Meninggal

107
0

KOTA TASIK – Sejak Januari hingga Juni 2020, wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tasik, mengalami peningkatan hebat. Betapa tidak, jumlahnya sudah mencapai 500 orang dan 11 diantaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan dan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Tasik, Suryaningsih membenarkan kondisi tersebut.

“Kasus DBD yang terjadi selama ini menyerang usia balita, dewasa maupun orang tua dengan rata-rata umur 4 tahun sampai 65 tahun,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/06) pagi.

“Akan tetapi, sebelumnya jumlah tersebut mencapai 412 kasus. Diantaranya 8 orang meninggal dunia di bulan Januari hingga Mei 2020 tetapi kini kasusnya terus meningkat cukup drastis,” katanya.

Suryaningsih menerangkan, pihaknya melalui puskesmas masih terus berupaya melakukan penyuluhan terutama harus menggerakkan kembali RW Siaga di setiap perkampungan supaya nyamuk Aedes Aegypti tidak tumbuh menjadi dewasa.

Namun, selama ini masih ada saja masyarakat menyepelekan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya.

Loading...

“Pemerintah daerah terus menggalakan PSN di setiap wilayah endemis, tetapi masyarakat harus tetap meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa. Tapi kebersihan itu masih belum dilakukan dengan kesadarannya,” urainya.

“Kebersihkan lingkungan rumah sangat penting bagi kesehatan tapi mereka selama ini masih mengabaikannya seperti menguras bak mandi, menimbun barang bekas dan menutup genangan air,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kota Tasik, Uus Supangat mengungkapkan, pihaknya menghimbau agar warga untuk tetap waspada terutama serangan nyamuk Aedes Aegypti di masa pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini.

Namun, masyarakat diminta terutamanya memanfaatkan waktu selama berasa di rumah untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk dengan cara membersihkan lingkungannya.

“Kami meminta agar masyarakat harus selalu membersihkan lingkungan, jika ada genangan air dan tetap harus menguras bak mandi agar jentik nyamuk tidak tumbuh menjadi dewasa. Karena, serangan nyamuk tersebut tidak kenal batas umur dan yang meninggal dunia paling banyak usia balita dan jika kesadaran tersebut belum dilakukan serangan nyamuk berpotensi bisa terus terjadi,” imbaunya.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.