DCKTLH: Pemilihan Lokasi Sudah Melalui Penelitian

158

BANJAR – Kepala Bidang Pertamanan dan Pengolahan Lingkungan Hidup Dinas Cipta Karya, Kebersihan, Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar Dedi Sudrajat menegaskan pemilihan tempat untuk Taman Keragaman Hayati (Kehati) sudah melalui penelitian lokasi. Menurut dia, Taman Kehati pun bukan untuk ruang terbuka hijau (RTH).

Dedi menerangkan luas Taman Kehati direncanakan 8 hektare. Namun saat ini baru tahap pertama seluas 2 hektare. Di taman tersebut, tambah dia, akan ditanami pohon langka serta tujuh tanaman yang bervariasi, mulai dari bunga, herbal, buah-buahan.

Taman ini nantinya digunakan untuk pendidikan dan wisata. Di dalamnya juga akan ada pembibitan tanaman langka. “Terkait akses jalan yang curam kami sudah melakukan uji lab milik swasta. Itu tidak akan dibuat ulang jalannya,” tegas dia Senin (12/3).

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjar Hunes menganggap pembangunan Taman Kehati di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar salah tempat. Pasalnya jika taman itu dibangun untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), seharusnya dibuat di dalam kota, bukan malah di perbukitan yang jauh dari keramaian.

Sementara itu, terpisah, warga di sekitar Taman Kehati waswas saat terjadi hujan lebat. Sebab, pascapenebangan pohon di Gunung Putri (lokasi Taman Kehati) banyak material tanah yang terbawa air saat hujan di aliran parit dekat rumah warga. Itu diakui Asep Rahmat (67).

“Sekarang takut kalau hujan lebat, airnya deras dari atas gunung. Tanahnya juga kebawa kalau hujan. Ya takut longsor apalagi belum dipasang bronjong, tidak ada penopang tanah, apalagi sekarang sudah gak ada pohon, gak ada pengikat tanah dan penyerap air,” katanya sambil menunjuk ke arah lereng bukit Gunung Putri yang sudah mulai ditanami bunga dan tanaman buah-buahan Senin (12/3).

Terkait itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Pengolahan Lingkungan Hidup Dedi Sudrajat mengaku akan memasangi bronjong di sekitar lokasi. “Ini kan baru tahap pertama, pemasangannya juga belum selesai semua,” katanya.

DIPERIKSA INSPEKTORAT
Sementara itu, Kabid Pertamanan dan Pengolahan Lingkungan Hidup DCKTLH Kota Banjar Dedi Sudrajat mengaku proyek pembangunan yang digelontorkan dari APBD Provinsi Jawa Barat secara bertahap itu tengah diaudit Inspektorat provinsi. Namun dia tak merinci apa saja yang menjadi soal pemeriksaan. “Iya ada, sedang audit. Mengaudit rancangan dan penerapan di lapangan,” katanya.

Terpisah, Inspektur Kota Banjar Ojat Sudrajat membenarkan adanya kunjungan dari Inspektorat Provinsi Jawa Barat ke DCKTLH Kota Banjar. Menurutnya, tim dari Inspektorat provinsi tengah mengaudit dan akan berada di Kota Banjar selama satu bulan. “Itu kan anggaran provinsi, bantuan gubernur. Jadi provinsi yang mengaudit. Kalau inspektorat kota menunggu hasilnya nanti, jika dilimpahkan baru kami tindaklanjuti,” kata Ojat. (mg4)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.