Dituding Kampanye Jokowi, Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa UIN Sumut dari Kampus

34

MEDAN-Suasana di Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Jalan Sutomo, Medan, mendadak riuh, Kamis (21/3/2019).

Pasalnya, kehadiran Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di kampus tersebut ditentang hingga berujung aksi demo sejumlah mahasiswa.

Mahasiswa menilai Ngabalin datang untuk menyelipkan misi mengkampanyekan Capres 01, Joko Widodo.

Ngabalin sejatinya datang karena diundang sebagai menjadi pembicara ‘Dialog Publik Wawasan Kebangkasaan Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0’.

Tak hanya Ngabalin, ada Sekretaris Jenderal Kemenkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, Rektor UINSU, Prof KH Saidurrahman, dan Direktur Informasi, Komunikasi dan Maritim, Septriana Tangkary yang menjadi pembicara di Aula HM Arsyad Thalib Lubis itu.

Dilansir dari Merdeka, suasana mendadak riuh saat Ngabalin memaparkan materi dan menayangkan video dan foto Presiden Jokowi. Terdengar teriakan mahasiswa, sebagian mengangkat simbol 2 jari.

Sementara di luar gedung, puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas dan jurusan, berunjuk rasa. Pendemo yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UIN Sumatera Utara menentang kehadiran Ngabalin yang dinilai sarat politik.

“Kampus harus menjaga independensinya sebab Ali Mochtar Ngabalin adalah bagian dari tim kampanye nasional 01,” kata Bobby Harahap, koordinator aksi.

Dia mengatakan, tim kampanye mana pun tidak boleh berpolitik di kampus. “Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim sukses akan kami usir,” jelas Bobby.

Menurut pengunjuk rasa, kehadiran Ngabalin sarat muatan politik, meskipun acara dikemas dalam kegiatan dialog wawasan kebangsaan. “Masa di acara wawasan kebangsaan yang diputar foto Jokowi, sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh,” sebut Bobby.

Ngabalin sempat keluar menemui pengunjuk rasa untuk mengklarifikasi kehadirannya. Namun, mahasiswa menolak.

“Usir, usir, usir,” teriak mereka.

“Pulang kau, pulang kau,” sambung yang lain.

Karena mahasiswa menolak, Ngabalin kembali masuk ke ruangan. Tak lama berselang, dia meninggalkan UIN Sumut.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UIN Sumut Prof Amroeni menjelaskan perihal kedatangan Ngabalin. Dia menyebutkan tidak ada unsur politisasi kampus pada kegiatan itu.

“Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada yang menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakitatnya, tidak ada istilahnya politisasi,” ungkap Amroeni.

Dia pun menilai wajar jika ada mahasiwa menafsirkan acara itu sebagai politisasi kampus, karena bagian dari idealisme. (*/nin/pojoksumut)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.