Debat Calon Bupati Pangandaran, Ini yang Disampaikan & Tanyakan..

139
0

PANGANDARAN – Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran, yakni pasangan nomor urut 1 Jeje Wiradinata dan Ujang Endin Indrawan (JUARA) dan nomor urut 2 Adang Hadari dan Supratman (AMAN), berlangsung di Hotel Horison Rabu (18/11).

Debat kandidat yang mengusung tema Peningkatan Pembangunan, Kesejahtraan Masyarakat, Penanganan Solusi Daerah, Pencegahan Penyebaran Narkotika dan Covid-19, serta Penataan Kabupaten Pangandaran Sebagai Wisata Kelas Dunia, diwarnai penyampaian visi misi serta adu gagasan.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 1 menyampaikan visinya yaitu Pangandaran Juara menuju wisata berkelas dunia yang berpijak pada nilai karakter bangsa.

Sementara nomor urut 2 menyampaikan visinya yakni Kabupaten Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata dunia, adil, masagi, amanah dan nyaman.

Dalam debat tersebut pasangan JUARA menyampaikan enam poin misi mereka yakni mengembangkan wisata dengan memperluas akses dan penataan berkelanjutan, mengembangkan aksebilitas dan pendidikan sampai perguruan tinggi dan peningkatan kesejahetraan tenaga kependidikan serta peningkatan kompetensi lulusan.

Meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial yang berkeadilan berbasis potensi lokal. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang beriman takwa dan mewujudkan kerukunan kehidupan beragama.

Baca juga : Besi Jembatan Burujul Pangandaran Ambruk Diterjang Banjir Sungai Cigugur

Mewujudkan reformasi birokrasi yang melayani, efektif, efisien dan akuntabel serta peningkatan pembangunan infrastruktur, penataan ruang dan mitigasi bencana yang terintergrasi dan berkelanjutan.

Sementara pasangan nomor urut 2 memaparkan misi mereka yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia berakhlak mulia, membangun pemerintahan yang profesional dan bermartabat, meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pariwisata, kehutanan pertanian, perikanan, perternakan dan UMKM.

Membangun Kawasan Pedesaan Terintergrasi dan Berbasis kearifan lokal.

Dalam debat tersebut, hal yang paling diangkat adalah soal pengembangan wisata menuju kelas dunia, di mana pasangan nomor urut satu lebih fokus untuk melakukan penataan objek wisata dan tentu saja meningkatkan aksesibilitas antar objek wisata dan tentu saja akses dari luar daerah ke Kabupaten Pangandaran.

Sementara nomor urut 2 lebih setuju jika pengembangan wisata dengan mengembangkan kebudayaan dan ciri khasnya, ketimbang harus mendirikan bangunan-bangunan di objek wisata.

Soal kartu yang sering dijadikan bahan kampanye kedua paslon juga sempat diperdebatkan dalam sesi tanya jawab, di mana Paslon nomor urut 1 memiliki kartu Juara dan nomor urur 2 memilki kartu unggulan Aman.

Dalam kesempatan itu Paslon nomor 1 sempat menanyakan besaran bantuan kartu Aman sebesar Rp 1 juta sampai Rp 10 juta. Sementara Paslon nomor 2 menanyakan sumber anggaran untuk membiayai kartu Juara, yang tentunya akan menelan biaya cukup besar.

Jeje menjawab bahwa dirinya optimis bisa membiayai program yang sudah disiapkan ke depan. “Dengan APBD kita yang terbatas, kita bisa membangun rumah sakit yang nilainya ratusan miliar, ke depanya kita optimis bisa membiayai semua program,” ujarnya.

Kata dia dengan melakukan komunikasi dengan pihak provinsi dan pusat, tentu kebutuhan anggaran bisa terpenuhi. “Mampu melakukan komukasi dengan pihak di atas, kemudian efisiensi anggaran,” katanya.

Namun Adang mengatakan bahwa kemampuan anggaran daerah ada batasnya, apalagi dengan adanya refocusing anggaran karena Covid-19. “Apalagi APBD 2021 sudah ditetapkan, sementara pembangunan infrastruktur belum selesai semua,” jelasnya.

Ia menyebutkan pembangunan perkantoran juga belum selesai dan baru beberapa dinas saja yang baru progress-nya.

Ketua KPU Kabupaten Pangan­daran Muhtadin mengatakan bahwa debat kandidat ini sangat penting, karena masyarakat Pangandaran bisa menilai kapasitas paslon yang maju di Pilkada 2020. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.