Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.1%

1.4%

83.5%

5%

0.5%

9.5%

Deklarasi Jokowi, Teriakan Prabowo

4722
0
DEKLARASI. Para ulama dan petinggi parpol mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.Istimewa

TASIK – Deklarasi ulama se-Kota Tasikmalaya mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Sulalatul Huda, Paseh, Cihideung Kota Tasikmalaya dibumbui insiden teriakan nama Prabowo Selasa (5/2).

Kejadian tersebut bermula ketika politisi PPP Jawa Barat H Uu Ruzhanul memimpin pembacaan deklarasi dukungan terhadap Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Saat itu, Uu meminta ulama yang hadir turut membacakan apa yang diucapkan.

Saat dibacakan, muncul seseorang berteriak ‘Prabowo’ di pinggir dan belakang panggung. Sambil mencoba menurunkan paksa spanduk dukungan deklarasi.

Hal itu terjadi ketika kegiatan Sosialisasi Ekonomi Syariah yang diselenggarakan Forum Ekonomi Syariah Tasikmalaya (Festa).

Dalam acara tersebut hadir pula Pimpinan Ponpes Miftahul Huda KH Aziz Affandy Khoer, Ketua MUI Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq, Ketua PPP Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman, Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum KH Cecep Bustomi dan KH Didi Abdul Hadi.

Awalnya, acara sosialisasi ekonomi syariah berlangsung lancar. Namun diakhir acara spanduk kegiatan sosialisasi ditutup oleh spanduk deklarasi Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Deklarasi itu dilakukan oleh H Uu bersama para ulama yang hadir.

Hal ini menimbulkan reaksi dari para santri dan keluarga ponpes, lalu meneriakkan nama Prabowo. Sehingga situasi semakin tak terkendali.

Dari video amatir yang didapat Radar, terlihat sebuah kondisi ricuh di mana sebagian orang naik ke atas panggung dan hendak menurunkan spanduk. Karena kondisi yang mulai tak terkendali, petugas kepolisian berupaya meredam dan menggiring mereka ke rumah.

Selain itu, spanduk-spanduk dukungan untuk pasangan nomor urut 02 pun langsung dipasang oleh sejumlah santri di beberapa lokasi di lingkungan pesantren.

Terpisah, Keluarga Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya merasa dijebak atas deklarasi dukungan terhadap pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pilpres mendatang.

Perwakilan Keluarga Besar Pondok Pesantren Sulalatul Huda Silmi Abdussalam menceritakan awalnya ada permintaan dari panitia yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya serta Forum Ekonomi Syariah Kota Tasikmalaya hendak menjadikan pondok pesantrennya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi ekonomi syariah.

“Dua hari lalu, kita diminta menjadi tempat penyelenggaraan sosialisasi. Kita welcome saja, siapa pun mau berkegiatan tanpa berpikir negatif sedikit pun terhadap penyelenggara. Apalagi yang diundang kiai dan ustaz se-Kota Tasik,” tuturnya saat menghubungi Radar, Selasa (5/2).

Namun, kata dia, setelah kegiatan sosialisasi selesai sekitar pukul 11.00, para kiai yang di barisan depan diminta maju ke panggung. Selesai berdoa, lanjut Silmi, tiba-tiba panitia mengganti spanduk sosialisasi tersebut dengan spanduk deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin.

Salah satu simpatisan Prabowo-Sandi Kota Tasikmalaya H Jaka mengaku prihatin atas adanya kejadian tersebut. Apalagi Pondok Pesantren dijadikan tempat berkampanye meski dalam aturan sudah jelas dilarang. “Kenapa harus ada acara ekonomi syariah. Padahal deklarasi, kenapa tidak jujur saja akan deklarasi paslon,” ujar menghubungi Radar.

Sampai tadi malam hingga pukul 22.30, pihak panitia pelaksana belum memberikan pernyataan resmi. (rga/igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.