Deklarasi KAMI di Kota Tasik, PWT Menolak

2570
4
MENOLAK. Paguyuban Warga Tasikmalaya (PWT) melakukan aksi penolakan terhadap deklarasi KAMI di Jalan Sutisna Senjaya, Jumat (18/9).

TAWANG – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Priangan Timur resmi dideklarasikan di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumah Bangsa, Kota Tasikmalaya, Jumat (18/9). KAMI berkomitmen akan membantu masyarakat dari sisi sosial dan advokasi.

Kegiatan yang dihadiri ratusan massa dari beberapa daerah tersebut, diisi dengan pembacaan maklumat, jati diri KAMI dan pembacaan deklarasi. Dilanjutkan dengan orasi masing-masing tokoh dari masing-masing daerah.

Baca juga : Pasien Positif Corona di Kota Tasik Nambah 1, Meninggal 1

Presidium KAMI Priangan Timur, Ogi Yogaswara menjelaskan bahwa pasca deklarasi pihaknya akan mulai memperkuat struktur kepengurusan. Hal itu, untuk menyusun program baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Setelah itu baru kita mulai bergerak,” terangnya kepada Radar.

Gerakan yang akan dilakukan oleh KAMI, kata dia, yakni membantu masyarakat baik dari sisi sosial, ekonomi dan hukum. Karena sejauh ini, masih banyak masyarakat yang haknya kurang diperhatikan oleh pemerintah.

“Seperti halnya bansos, termasuk hukum dan lingkungan hidup,” tuturnya.

Akan tetapi, tidak setiap permasalahan akan langsung ditindaklanjuti. Karena perlu ada pengkajian untuk memutuskan urgensitas dari persoalan tersebut.

“Nanti kita bentuk forum diskusi untuk mengkajinya,” tutur dia.

Salah satu anggota KAMI perwakilan Kota Tasikmalaya, H Nanang Nurjamil mengatakan KAMI hadir karena bangsa sedang tidak baik-baik saja. Namun, dia menegaskan tidak ada upaya untuk makar atau hal sejenisnya.

“KAMI ada bukan untuk mengganggu atau mengganti pemerintahan yang sah secara konstitusi,” katanya.

Justru, lanjut H Nanang, pihaknya ingin membantu pemerintahan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Bisa itu dengan mengkritisi, advokasi dan supervisi.

“Apalagi sekarang kita sed

ang menghadapi krisis efek pandemi,” tuturnya.
Hampir di waktu bersamaan dengan deklarasi KAMI, muncul aksi yang menolak adanya deklarasi KAMI dari massa atas nama Paguyuban Warga Tasikmalaya (PWT). Mereka melakukan orasi ke beberapa titik jalur pusat kota.

Koordinator aksi, Yosep Nurman mengatakan aksinya menegaskan penolakan deklarasi KAMI. Karena dia menilai gerakan KAMI cenderung memprovokasi masyarakat.

“Intinya itu memprovokasi masyarakat dan membenci pemerintah,” tuturnya.

Baca juga : Mahasiswa Desak Bupati Tasik Segera Tetapkan Direksi PDAM

Terlebih, kata Yosep, di saat pandemi seperti ini kepolisian sudah melarang adanya kerumunan. Sehingga, menurutnya kegiatan deklarasi tersebut seharusnya tidak dilakukan.

“Karena pemerintah saat ini sedang berjuang untuk mencegah penyebaran virus corona,” terangnya. (rga)

4 KOMENTAR

  1. Teu nanaon ari alus teu nga ganggu mah ,ngan eta eta. Pwt teu menang kitu kudu ngahargaan kudu na mah saling nga bantu da niat na hade lain ek memejet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.