Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Dibunuh Bapaknya, Motifnya Biaya Study Tour Rp100 Ribu

187435
49

KOTA TASIK – Kematian Delis (13) siswi SMPN 6 Kota Tasikmalaya, Delis (13), yang ditemukan jasadnya di gorong-gorong sekolahnya sebulan lalu, Senin (27/01) ternyata dibunuh bapak kandungnya sendiri.

Polisi dalam konfrensi pers menetapkan ayah kandungnya, Budi Rahmat (45), sebagai tersangka pembunuhnya.

Hal itu dibenarkan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto kepada radartasikmalaya.com.

Berita terkait : Ibunda Almarhum Delis Siswi SMPN 6 Kota Tasik Minta Pelaku Dihukum Mati

“Ya memang benar, tersangka dalam kasus ini adalah ayahnya, berinisial BR. Korban dibunuh tersangka di sebuah rumah kosong dekat tempat ayahnya bekerja,” ujar Anom saat konfrensi pers di Mapolres.

Kronoliginya, terang dia, saat Kamis (23/01) sore usai pulang sekolah, korban naik kendaraan umum menuju kediaman ayahnya di Kecamatan Tawang. Lalu, korban jalan kaki ke tempat ayahnya bekerja.

Maksud korban menemui ayahnya ini, untuk meminta uang biaya study tour yang telah dijanjikannya sebesar Rp400 ribu.

“Kebetulan ayahnya sedang kerja di sebuah rumah makan itu. Lalu korban sekitar pukul 19.00 WIB disuruh menunggu di rumah kosong itu,” terangnya.

“Lalu terjadi perdebatan. Karena ayahnya hanya bisa mendapatkan uang sebesar Rp300 ribu. Sedang Rp100 ribu pinjam dari bosnya, Rp 200 ribu dari celengannya. Saat terjadi debat itu, ayahnya ngaku khilaf lalu mencekek leher korban,” sambungnya.

Beber dia, setelah korban tewas jasadnya ditinggal di rumah kosong itu dan pelaku kembali bekerja ke rumah makan tersebut.

“Sekitar pukul 22.30 WIB pelaku kembali ke rumah kosong itu dan mengikat korban dengan kabel menuju ke gorong-gorong depan sekolahnya dalam keadaan hujan lebat,” bebernya.

Lalu, tambah Anom, pelaku memasukan korban ke lubang gorong-gorong berdiameter 40 centimeter dengan posisi kaki duluan.

“Di masukan secara paksa. Lalu pelaku kembali ke rumahnya dan istirahat,” tambahnya.

Akibat kasus ini, pelaku terancam kurungan penjara selama 20 tahun. “Pelaku melanggar pasal 76c undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di mana ancaman hukumannya adalah 15 tahun,” jelasnya.

Namun, karena tersangkanya adalah merupakan orang tua dari pada korban ditambah sepertiga dari 20 tahun demikian.

Barang-bukti yang diamankan antara lain motor bebek berplat Z 6616 MZ, pakaian pramuka korban, tas sekolah korban, sepasang sandal jepit, sepatu korban, celengan plastik, helm, dan kabel warna hitam sepanjang 1,5 meter.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

49 KOMENTAR

  1. Innalillahi wa inna illaihi rojiun…stress faktor ekonomi sekarang ini bisa kesetanan antara kemampuan dan kebutuhan yg serba mahal sekarang ini..

  2. Ya Alloh saya ga terasa keluar air mata…sampai segitunya ini bapak.kesetanan. kasian anak yang masih lugu jadi korban stress nya..

  3. knpa atuh bisa begini..itukan anak sendiri ..dimna kasih sayangmu terhadap anak…di tambah sekolah sekarng study tour mlulu sih..bagi orang tak punya 400 ribu sangat besar sekali.

  4. Dari keterangan awal ayahnya berbelit2…sudah diduga dia pelakunya…akhirnya terungkap…mudah2an Almarhumah tenang di alam sana dan jadi ahli surga…aamiin

  5. Koq bisa ya ayah tega bunuh anak kandung nya sendiri kadang aneh hidup itu , mungkin karena sudah jauh dari agama , materialisme jadi sumber utama

  6. Ya Allah .kenapa Anak mu kamu Bunuh Bapak, apa Hanya karena Uang Rp 400.000, Bapak tdk memenuhinya sehingga kamu bunuh anakmu kalau begitu saya mewakili anak mu untuk meminta maaf kepada Bapak, tapi kenapa kamu bunuh apa di Otak Bapak tidak berkerja sama sekali bahwa itu Anak Bapak, semoga Anak yg Bapak Bunuh di terima di sisinya dan Masuk Surga, dan anda akan mendapat hukuman yg sangat berat dari Allah

  7. Yaa banyak faktor..faktor ekonomi, faktor kesenjanagan sosial, pengamalan agama pelaku..dan mungkin evaluasi bwt sekolah2 juga klo study tour tuch yg ga mampu di free kan aza jgn sampai memakan korban lagi!

  8. Bukan baru kali ini kita denger orang tua bunuh anak nya. Hanya soal uang sekolah yang gk wajib di lakukan..Tolonglah para pihak sekolah. Soal biaya yg gk wajib di keluarkan seperti study tour yg gituan gk usah diadakan deh.

  9. Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua. Dan juga buat para pengajar yang terhormat, jangan cuma memikirkan keuntungan. Tapi pikirkanlah sebijak mungkin,janganlah terlalu banyak hal yang mengandung unsur biaya. Saringlah seperlu mungkin, dan janganlah segala sesuatu di jadikan perusahaan dr siswa, karena anda sekalian itu julukanya pahlawan tanpa tanda jasa,contoh tauladan bagi seluruh anak didik.jadikan ini suatu pelajaran yg berharga bagi kalian semua, si ayah kandung tega melakukan hal tersebut karena apa?, toh saya yakin sebagai seorang ayah mana ada yg tidak sayang sama anaknya.meskipun saya jijik dengan kelakuan si bapa tadi,tapi saya sebagai seorang ayah membayangkan seberapa sulitnya keadaan ekonomi dia, sampai2 karena ung 400rb dia samp hilap membunuh anaknya sendiri. Nauzdubillah.

  10. Pihak sekolahpun harus ngertiin Kondisi orang tua murid, uang 400ribu bagi kaum buruh sangat berarti sekali dan sangat sulit untuk di dapatkan.
    Kan tau sendiri di Indonesia tercinta ini ,kehidupan masih teramat sulit buat sebagian besar rakyat nya.
    Jangan dikit dikit ngadain study tour, dikit dikit ngadain study tour.

  11. Naon atuh nya sakola teh make kudu aya study tour sagala, leuheung mun kunjungan tour na teh ka tempat bersejarah supaya murid apal sejarah jeung aya ilmu nu di dapat, lolobana na mah piknik nu jelas, lain study tour.

  12. Laknat tulloh… dgn alasan apapun tidak boleh membunuh, apalagi membunuh darah daging sendiri… dimana hati nurani mu!!! Memang sepertinya direncanakan, masa anak suruh nunggu di rumah kosong. Klo memang ingin memberikan uangnya, di rumah makan tempat dia bekerjapun bisa toh!!!

  13. Astagfirulloh pak …pak kok sgt tega bgt sama anaknya apalagi perempuan . Waduh nak semoga khusnul kotimah .Amin . Tolong sekolahan yg adakan kegiatan2 di koordinasikandan dipikirkan efek nya kalau yg krg mampu ya jgn dipaksa di bantu masa gak tau kondisi murid ….yll kegiatan susur sungai …ada2 aja …

  14. Begitulah sekarang marak pembunuhan dimana mana keluarga sendiri pun bisa jadi korban hanya karna msalah spele. Karna hukum penjara tidak tegas, minimal hanya kurungan 15/20 tahun. Tak bisa memberi efek jera bagi orang orang yg jahat

  15. Akhirnya trungkap juga….sy udh mnduga dr awal delis psti mnjdi korban pmbnuhan…dn pmbnuh nya adlh ayah kndungnya sndri….prsaan dn hati sya sdh curiga trhdp ayahnya ..dn trnyta itu bnar dgn knytaan…krn d liat dr kronolginya sngt gk msuk akal…ank sdh seusia itu jk masuk dn mninggl krn jtuh ke gorong”yg jauh lbh smpit dn tdk dalam dr ukuranya…wlupn saat itu hjn dras dn bnjir…..intinya tdk akn ada kjhatan yg smprna..dn satu yg hrs kita sll ingat bhw manusia mmlki dn d dmpingi malaikat sbgai risalah penerang ntk kbnaran..jd spndai”nya engkau mnymbunyikn kbsukn/kjhtan allah tdk akn prnh diam..psti akn mmbri ptunjuk ntk mmbuka tntng kbnaran

  16. Keun bae tong di bawa sedih angguran mh urang doa keun ku sararea sing di tampi iman islam na . Atuh kanu ngabunuh na sing di siksa dijero penjara na tah ku preman Nu di ruang penjara siksaan tuman.. mun bisa mh nepi ka modarrr deui tuman gableg bapa teh.. sakantenan ka istrina sing gaduh deui caroge nu langkung tong milih bogoh hunkul ku ayeuna mh.. matak ripuh.. sakitu di pribados mh.. karaos ku abdi seuEur di siksa kolot akibat faktor ekonomi. Pang pang namah teu kiaat iman..

  17. Ini lelaki banci yang begonya kagak ketulungan, kalau nggak punya duit atau kurang, kamu tinggal menghadap guru/ Kepala Sekolah nya, bilang keberatan. Bukan bunuh anak!!,

  18. Masyaaloh kasian anaknya ya alloh mudah2n ditempatkan surga amin…bukan manusia itu mh iblis,setan, tega bener bapk kndung sendiri..mudah2n cepat mati

  19. pihak sekolah harus ikut brtanggungjawab dan mengkaji ulang kebijakannya sementara dibenak panitia yg trpikirkan hanya keuntungan. smga mnjdi pljaran berharga bagi pihak sekolah dan smga al marhum diterima disisiNya. aamiin…

  20. Kayaknya, guru, kepala sekolah, Diknas dan Mendikbud juga harus bertanggungjawab bahka harus dihukum. Krn mereka hidup sejahtera….anggap uang 400 dikit….tp disekitar mereka rakyat miskin buanyak….kasihan….

  21. Gak masuk akal. Dasar tolol dan egois. Anak itu kewajiban, dan jangan jadikan kemiskinan sebagai alasan bung. Sudah miskin, kawin lagi. . Memang sudah dari sananya kamu punya bakat pembunuh, sudah bejat.

  22. Miris Sekali, awal mula dari biaya study tour… apakah itu diwajibkan !?

    disamping itu juga saya ikut berduka cita, semoga semua keluarganya diberi kemudahan dan kelancarkan dalam segala urusannya. serta semoga korban diterima amal ibadahnya di sisi Alloh Swt, Amin…

  23. Astagfirullah, mani nyeri hate baca berita na, sok nangis kanyenyerian komo mamah na nyaa…
    Dugi ka panasaran milarian tkp na. Ya alloh sedih, neng nungguan di pasih artos kalah leungit nyawa
    Lamun abi mh asa moal tulus milu stadytour na oge pasti kabayang almarhum. Maenya urang rek senang.
    Mugi alloh nempatkeun neng d surga aamiin yra
    Allohumagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu

  24. Biadab amat….pdhl itu anak sngt cerdas,pny cita2 luhur. Apa gk ada cara lain selain main bunuh? Kasian amat Delis. Semoga km jd penghuni jannahNya ya neng……biarlah bpkmu mempertanggungjawabkan perbuatannya dgn Alloh kelak.

  25. Sebagaimana Baginda Rosulullah SAW menyatakan bahwa tanda-tanda Akhir Zaman adalah ini contohnya…Bapak kandung killing anak kandungnya sendiri…! Naudzubillah!

  26. Yang harus lebih tanggung jawab yah sekolah nya…cikal bakal pembunuhan adalah adanya STUDY TOUR…membuat orang tua pusink tujuh keliling untuk mendapatkan uang 400rb..mulai dari bongkar celengan..pinjam ke majikan kerja..kurang apa orang tua…TUNTUT pemangku kebijakan STUDY TOUR..jadi contoh yang buruk bagi masyarakat

  27. Mungkin study tour lebih baik untuk ditiadakan kegiatan yg kurang bermanfaat tp sangat” membebani orang tua murid bagi ortu yg mampu uang segitu ga jd masalah tp bagi yg ga mampu sangat membebani smtr anak kan ga mau tau pokonya hrs ada krn dia takut sama fihak sekolah, malu sama teman” nya krn pada ikut dsb. Mungkin kegiatan itu ada memberi keuntungan bagi beberapa fihak tp ada sebagian yg terbebani bahkan sampai lupadiri yah spt kasus ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.