Lagi, Warga Tertipu Penerimaan CPNS

Demi Jadi PNS Habis Rp 450 Juta

159
0
Loading...

TASIK – Penipuan dalam rekrutmen CPNS tidak hanya dilakukan oknum pegawai negeri sipil (PNS) saja. Masyarakat biasa pun disinyalir bisa memperdayai keluarga calon peserta.

Seperti dialami BN (29), warga Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Dia yang memiliki adik ipar berinisial RT (27) dan kakak ipar DK (33) harus tertipu orang yang tak bertanggung jawab. Karena ingin menjadikan kedua iparnya sebagai abdi negara.

Peristiwa itu terjadi tahun 2016 lalu, saat RT dan DK ingin bekerja di sebuah pabrik. Tetapi tiba-tiba datang seorang tetangga, yang berstatus ibu rumah tangga bernama N (40) menawarkan jasa bisa meloloskan menjadi PNS.

Dengan alasan RT dan DK merupakan lu­lusan S-1 di perguruan ting­gi Kota Ta­sikmalaya. Pelaku me­nyarankan RT dan DK menjadi PNS.

Apalagi, pe­laku mengaku me­miliki kenalan di Sekretariat Ne­gara, DPR RI dan pejabat-pejabat yang bisa membantu meloloskan dalam perekrutan CPNS. “Katanya (pelaku, Red) sayang kalau sarjana harus kerja di pabrik, mending jadi PNS saja. Dia bisa bantu,” kata BN.

Singkat cerita, keluarga RT dan DK terbuai. Mereka tertarik dan mempercayakan proses menjadi PNS kepada N. Pelaku pun meminta sejumlah uang untuk kelancaran prosesnya.

Hal itu dilakukan secara bertahap dengan jumlah bervariasi selama kurang lebih satu tahun. “Ada yang ratusan ribu, jutaan ada yang sampai puluhan juta,” ujar BN menceritakan.

Loading...

BN mengaku sempat curiga atas gelagat tak beres dengan pelaku, sebab pelaku sama sekali tidak meminta berkas untuk keperluan pendaftaran. Kecurigaan bertambah ketika dibukanya rekrutmen CPNS tahun 2018, dimana nama adik dan kakak iparnya tidak terdaftar sebagai peserta. “Alasan pelaku katanya bisa diwakilkan, kan enggak logis,” tuturnya.

Menurut BN, kerugian yang dialami keluarganya mencapai Rp 450 juta. Akan tetapi sampai saat ini RT dan DK masih menjadi pengangguran. Pelaku pun seolah enggan bertanggungjawab atas kerugian yang dialami keluarganya. “Nyeseknya, ada uang saya di situ,” ungkap dia.

Keluarga BN sudah melaporkan dugaan penipuan perekrutan CPNS itu ke Polres Tasikmalaya Kota bulan April 2019. Selanjutnya, dia menyerahkan kepada kepolisian untuk memproses pelaku. “Tapi belum ada kabar tindak lanjutnya,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui salah satu oknum ASN, Y di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya sedang diproses secara hukum. Dia diduga melakukan penipuan terkait perekrutan CPNS.

Terpisah Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengaku belum mendapat laporan terkait oknum tersebut. Tetapi jika memang ada ASN yang terbukti melakukan pelanggaran pidana, maka akan ada sanksi indisipliner yang diberikan. “Karena jabatannya sebagai ASN melekat, masyarakat juga mungkin tidak akan mudah percaya kalau dia bukan ASN,” ujarnya.

Terkait sanksi yang akan diberikan, kata Ivan, akan diputuskan melalui berbagai kajian tim khusus. Sementara ini pihaknya menunggu putusan hukum yang menyatakan ASN tersebut bersalah atau tidak. “Nanti kita lihat track record-nya bagaimana, pernah melakukan indisipliner sebelumnya atau tidak,” tuturnya.

Dalam setiap perekrutan CPNS, pihaknya senantiasa mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya dengan seseorang yang menjanjikan bisa lolos. Terlebih saat ini, prosesnya lebih transparan karena bisa dipantau secara online oleh masyarakat umum. “Jangan pernah percaya, baik dia itu ASN atau masyarakat biasa. Apalagi sekarang pemerintah daerah tidak bisa campur tangan karena langsung ditangani BKN,” pungkasnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.