Demokrat Lebih Siap 2024, Pendaftar Didominasi dari Kader Eksternal

317
0
Candra Wahyudi Sekretaris Penjaringan DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya

SINGAPARNA – Penjaringan calon bupati atau wakil bupati DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya resmi ditutup. Sampai akhir pendaftaran pada 31 Januari 2020, tercatat ada delapan mengambil formulir dan tujuh yang mengembalikannya.

Dari delapan yang mengambil formulir pendaftaran yakni Iwan Saputra, Azies Rismaya Mahpud, Ujang Sukmana, Suryana, Nanang Nurjamil, KH Didi Abdul Hadi, Deni Rusyniadi dan Edeng ZA.

Baca juga : Pilbup Tasik, Relawan Nanang Nurjamil Ambil Formulir Daftar Bacabup-Bacawabup dari Demokrat

“Dari yang mengambil formulir, hanya Suryana yang tidak mengembalikannya. Sementara tujuh calon lainnya sudah mengembalikan dan akan mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Sekretaris Penjaringan DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Candra Wahyudi kepada Radar, Minggu (2/2).

Kata dia, dari tujuh orang yang mengembalikan formulir pendaftaran satu di antaranya kader internal Demokrat, yakni Ujang Sukmana. Sedangkan sisanya memang didominasi oleh kader atau figur dari eksternal partai.

Kata dia, memang sebelumnya ada beberapa kader internal yang menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilkada 2020 seperti Ikhwan Nurjaman, Miki Mulyana dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Ferry Willyam.

“Beberapa kader yang pernah menyatakan punya niat maju lebih fokus terhadap target partai yang ingin memenangkan pilkada. Kemudian, kader internal (kondisi) saat ini masih belum terlalu pede (percaya diri) karena melihat sosok-sosok yang muncul dalam bursa pilkada kali ini,” ujarnya kepada Radar, tadi malam.
Lanjut Candra, para kader internal saat ini lebih fokus kepada penguatan mesin partai.

Sehingga semuanya benar-benar siap untuk menghadapi pesta demokrasi lima tahunan ini dengan meraih kemenangan. “Untuk saat ini mungkin belum, tapi targetnya kita lebih dipersiapkan ke 2024 (pilkada serentak),” katanya, menjelaskan.

Tambah Candra, minimnya kader internal yang mendaftar sebagai kandidat bukan merupakan tidak adanya regenerasi yang matang. Namun, semuanya lebih mengukur diri dan menyiapkan terlebih dulu dengan matang.

Ikhwan Nurjaman, kader DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, awalnya banyak dorongan dari masyarakat untuk maju pada Pilkada 2020. Namun, seiring berjalannya waktu dan melihat konstelasi politik saat ini, lebih memilih untuk menyiapkan diri pada pilkada serentak selanjutnya.

Baca juga : Di Pilbup Tasikmalaya, Pemilih Pemula Jadi Rebutan

“Mungkin untuk saat ini saya lebih menahan diri dulu. Karena akan membuat dulu fondasi dan berbagai kebaikan yang benar-benar bermanfaat serta dirasakan oleh masyarakat. Insyaallah saya lebih siap untuk 2024,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Kalau bicara kesiapan finansial, Ikhwan mengaku sudah menyiapkannya. Namun, bicara pilkada dan menjadi seorang pemimpin itu bukan hanya dari kesiapan finansial, tapi harus disiapkan juga hal yang lainnya. Mulai dari wawasan, kedekatan dengan masyarakat, jaringan dan lainnya. Sehingga ketika nanti menjadi seorang pemimpin bisa benar-benar dicintai oleh rakyatnya.

Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Miki Mulyana menambahkan, secara pribadi sebenarnya siap untuk maju di Pilkada 2020, termasuk dari sisi finansial dan jaringan pun sudah disiapkan dengan baik. Namun, hasil istikharah keluarga besar serta beberapa ulama belum mengizinkan untuk maju pada pilkada saat ini.

“Kalau kesiapan logistik dan jaringan sudah disiapkan, tapi belum ada restu dari keluarga besar dan beberapa ulama yang dekat dengan saya untuk maju di Pilkada 2020. Namun, untuk 2024 kalau ada restu dari semuanya insyaallah siap untuk maju,” ujarnya.

Lanjut dia, dalam kontestasi politik dan untuk menjadi seorang kepala daerah ini tidak bisa diukur dari hanya kekuatan finansial saja. Akan tetapi, ada aspek lain yang harus juga dipersiapkan dengan matang. Sehingga ketika menjadi seorang pemimpin bisa benar-benar amanah dan mementingkan kepentingan masyarakat.

“Karena saya yakin pemimpin yang baik bukan hanya karena telah selesai urusan pribadinya saja dan kekayaan bukan modal utama menjadi seorang pemimpin. Saya doakan Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan pemimpin yang jujur dan amanah,” harapnya.

Kata Miki, membawa Kabupaten Tasikmalaya lebih baik tidak harus selalu melalui jalur pilkada, karena banyak momen lain yang bisa dilakukan untuk kemajuan suatu daerah. “Saya akan tetap berkiprah memajukan Kabupaten Tasikmalaya dari sisi aspek yang lain,” kata offroader yang meraih berbagai penghargaan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) pada tahun lalu.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Ferry Willyam mengatakan, tidak daftarnya dalam penjaringan cabup atau cawabup di Pilkada 2020 karena belum waktunya dan masih harus lebih mematangkan lagi dari berbagai aspek.

“Yang namanya mencalonkan harus matang segalanya, baik dari segi wawasan, pandangan dan lainnya. Harus benar-benar siap kalau terjun pada pilkada. Ya mudah-mudahan untuk 2024 (lebih siap), itu harapan kita,” katanya. (yfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.