Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.1%

19.5%

7.3%

70.1%

Dendam Lama & Cemburu Buruh Pabrik Bacok Pria Selingkuhan Mantan Istrinya

914
0
Satreskrim Polres Tasikmalaya menggelar ekspose pengungkapan kasus pembacokan di Mako Polres Tasikmalaya, Kamis (21/05). diki setiawan/ radartasikmalaya.com

CIBALONG – Terbakar dendam lama dan cemburu berat. WA (37) nekat membacok Redi Bayu (35) yang tidak lain adalah pria pacar mantan istrinya, Rabu (20/5) sekitar pukul 18.30 usai buka puasa.

Beruntung nyawa Redi masih bisa diselamatkan. Akibat bacokan senjata tajam, membuat luka cukup serius di bagian punggung, kepala bagian belakang dan tangan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan SIK mengungkapkan, kejadian pembacokan terjadi di Kampung Bantarpayung Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Siswo, kejadian ini cukup menggemparkan warga setempat. Pasalnya aksi pembacokan tersebut dilakukan setelah buka puasa.

Pelaku diketahui menganiaya korban ketika berpapasan di jalan. Awalnya dengan tangan kosong. Tak puas, buruh pabrik yang baru pulang kampung ini menghunuskan sebilah golok lalu dibacokan kepada korban.

Sehingga, ungkap dia, golok tersebut melukai korban. Saat itu juga menurut keterangan warga korban meminta pertolongan warga dan masyarakat berhasil melerai penganiayaan tersebut.

“Korban mengalami luka bacokan serius pada bagian punggung, kepala bagian belakang dan kedua tangannya. Korban pun kini harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit SMC,” terang Siswo, kepada wartawan saat ekspose di Mako Polres Tasikmalaya, kemarin.

Pelaku, kata dia, tidak berselang lama setelah kejadian pembacokan, berhasil diringkus polisi Sektor Cibalong bersama Reskrim Polres Tasikmalaya.

Pelaku saat ditangkap, lanjut dia, tidak melakukan perlawanan dan sempat mengelak atas aksi pembacokan yang dilakukannya. Tersangka kini ditahan di sel tahanan Polres Tasikmalaya.

Siswo menambahkan, pelaku diancam pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman selama delapan tahun penjara.

“Motif pelaku didasari rasa sakit hati dan dendam lama antara pelaku dengan korban. Tahun 2017 lalu, pelaku ini pernah memergoki korban berselingkuh dengan istrinya kala itu, yang kini sudah menjadi mantan istrinya,” ungkap Siswo.

Siswo menambahkan, pada tahun 2017 pelaku sempat mencari korban, namun korban melarikan diri dari kampungnya. Kemudian pelaku bercerai dengan istrinya dan bekerja ke luar kota, merantau di Semarang.

“Pelaku pulang kampung. Selain mendapatkan kabar ibunya sakit, dirinya pun dipulangkan dari tempat kerjanya akibat dampak Covid-19. Pada saat bertemu korban, dendam lama itu muncul, lalu terjadilah pembacokan,” tambah dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.