Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%

Dengan Magrib Mengaji Bisa Bangun Karakter Loh !

191
0

TASIK – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kudanguyah, Cipedes, Tasikmalaya melaksanakan magrib mengaji Jumat sore (9/2). Kegiatan itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Achdiat Siswandi MP.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Drs H Achdiat Siswandi MP mengatakan kegiatan magrib mengaji tersebut untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat karena sejak dulu kegiatan mengaji setelah magrib sudah berjalan.

Sementara itu, kata dia, kedepannya pihaknya memiliki program hatam Alquran dan tahfiz quran bisa menjadi syarat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan. “Jadi hafiz quran ini bisa menjadi syarat untuk masuk SMP, bisa jadi kalau hafalannya banyak bisa meringankan masuk sekolah. Kita bertahap, sekarang baru 20% selanjutnya bisa 100 %. Ini menjadi penting karena kami yakin dengan Alquran ini bisa menjadi benteng bagi akhlak anak. Dengan Alquran pergaulan anak bisa terkendali,” ungkap Achdiat Jumat (9/2).

Kepala SDN Kudanguyah Tasikmalaya Drs Enok Nani Daryani MPd menuturkan dengan adanya gerakan magrib mengaji diharapkan anak menjadi insan yang saleh dan salehah. “Di sekolah sebetulnya setiap hari ada kegiatan pembiasaan seperti doa bersama sebelum belajar, wirid bersama dan ada salat duha,” terang Enok.

Dia berharap dengan kegiatan ini peserta didiknya jadi terbiasa. Jika di sekolah libur, di rumah harus tetap mengaji dan bisa mengajak saudara dan keluarganya. “Bisa menularkan kebiasaan baik untuk sekitarnya sehingga berkah ilmunya,” ungkapnya.

Dia menuturkan dalam launching magrib mengaji disajikan penampilan seni islami qasidah rebbana kreasi dari guru. Selain itu juga ada pemberian santunan kepada anak yatim piatu di lingkungan SDN Kudanguyah. “Alhamdulillah pa kadis (kepala Dinas Pendidikan) ngasih tambahan bantuan berupa uang,” ujarnya.

Ketua komite SDN Kudanguyah Aji Suhendar menyambut baik program magrib mengaji ini. Hal ini bisa membangun karakter yang positif. “Ini harus menjadi budaya,” ungkap Aji. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.