Deni Lebih Berpeluang, Heri Ahmadi Serahkan Mekanisme ke DPRD

Deni R Sagara dan Heri Ahmadi Berpeluang Menjadi Wabup Tasikmalaya

199
0

SINGAPARNA – Deni R Sagara dan Heri Ahmadi mempunyai peluang sama untuk terpilih menjadi wakil bupati (wabup) pada sisa periode ini. Hal itu diungkapkan pengamat politik, sosial dan pemerintahan Tasikmalaya Asep M Tamam kepada Radar, Kamis (5/12).

Kata Asep, keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Namun itu tetap dikembalikan lagi kepada DPRD yang mempunyai kewenangan untuk memilih satu terbaik.

“Siapa pun yang terpilih menjadi wakil bupati, yang penting bisa berpengaruh positif terhadap laju pembangunan Kabupaten Tasikmalaya,” katanya kepada Radar, Kamis (5/12).

Lanjut dia, terlepas pengisian wabup ini ada kepentingan politik atau tidak, tetap saja ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam berkomitmen melaksanakan pelayanan publik terhadap masyarakat.

Kedua kandidat mempunyai karier sebagai politisi, Deni dan Heri pernah menjabat anggota DPRD Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Jadi keduanya sangat layak mengisi jabatan wakil bupati, karena sudah kenyang pengalaman menjadi anggota dewan.


Namun, menurut Asep, menilik kedekatan ego kedaerahan memang Deni Sagara selain mantan anggota dewan di Kabupaten Tasikmalaya dia juga berasal dari wilayah kabupaten. Juga pernah bekerja sama dengan Ade Sugianto antara eksekutif dan DPRD. Sehingga peluangnya bisa lebih besar. Namun, itu dikembalikan lagi kepada DPRD.

Terpisah, pengamat politik yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat membaca peluang antara Deni dengan Heri, dari sudut pandang pengalaman dan kedekatan keduanya dengan partai pengusung.

Kata Deden, memang PAN SK DPP-nya turun ke Deni Sagara soal pengisian wakil bupati, termasuk PKS SK awalnya Tetep Abdulatip, berubah menjadi Heri Ahmadi.

“Namun yang masih menjadi misteri, kemanakah rekomendasi DPP PDI Perjuangan soal pengisian wakil bupati larinya. Apakah ke Deni atau Heri, ini bisa menjadi modal kuat, baik bagi Deni atau Heri menuju kursi Z2, ini kata kuncinya,” terangnya.

Menurut dia, diakui atau tidak bupati Tasikmalaya saat ini juga ketua DPC PDI Perjuangan H Ade Sugianto, artinya keinginan PDIP juga atas dasar keinginan Ade.

“Walaupun begitu, tetap kedua nama calon wakil bupati, harus diproses di DPRD untuk dipilih satu nama. Ya kalau rekomendasi PDI Perjuangan dari pusat ke calon dari PAN, maka akan berat bagi PKS yang punya tiga suara di DPRD,” terang Deden.

Deden menambahkan, soal siapa yang menjadi wakil bupati, ini kembali lagi kepada kedua nama calon baik Deni atau Heri.

Mampukah keduanya meyakinkan partai pengusung dan pendukung koalisi Uu-Ade termasuk para dewan di fraksi dan secara kelembagaan DPRD.

Deni R Sagara mengaku menyerahkan semua tahapan dan mekanisme pengisian wakil bupati kepada DPRD. Siapa pun yang terpilih itu yang terbaik pilihan masyarakat yang diwakili legislatif.

Kata Deni, dua nama calon wakil bupati yang diusulkan ke DPRD ini merupakan hasil musyawarah dan keputusan partai pengusung dan pendukung.

“Kita niatnya membantu bupati membangun Kabupaten Tasikmalaya lebih maju dan sejahtera,” ucapnya.

Heri Ahmadi menilai persoalan wakil bupati ini penentuannya tergantung dari pilihan wakil rakyat. “Saya serahkan kepada wakil rakyat yang telah memiliki legalitas para pemilihnya. Mereka akan memilih yang terbaik dan maslahat bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya,” terang dia. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.