Denny JA Angkat Bicara Soal Perolehan Suara di Pilbup Tasik

2492
0
radartasikmalaya

TASIK – Saling klaim kemenangan antara pasangan calon nomor urut 2, Ade Suigianto-Cecep Nurul Yakin dan pasangan calon nomor 4, Iwan Saputra-Iip Miptahul Paoz di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember 2020 terus menggema di tanah Sukapura.

Hal ini, diawali munculnya hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang merilis bahwa pasangan calon nomor 4, Iwan-Iip unggul dengan perolehan suara 34,66 persen, sementara Ade-Cecep 30,46 persen, disusul Azies-Haris 22,91 persen dan Cep Zamzam-Padil 11,75 persen.

Sedangkan hasil perhitungan cepat atau real count KPU Kabupaten Tasikmalaya hingga Jumat (11/12) hingga pukul 12.00 menunjukkan pasangan calon Ade-Cecep unggul dengan memperoleh 33,1 persen, ditempel ketat Iwan-Iip meraih 32,0 persen, Azies-Haris 23,8 persen dan Cep Zamzam-Padil 11,2 persen.

Untuk itu, Radar pun mencoba meminta klarifikasi langsung kepada Denny JA lewat sambungan WhatsApps. Denny menjawab selama 200 kali melaksanakan quick count, LSI tak pernah meleset. Artinya tidak pernah beda dengan KPUD ketika data hasil suara sudah kumpul 100 persen.

”Kita tunggu saja KPUD hingga 100 persen, mohon cek sudah berapa persen data KPUD. Hasil LSI hanya bisa dibandingkan jika hasil KPUD sudah 100 persen masuk,” ujarnya kepada Radar pada Jumat malam sekitar pukul 23.35.

Baca juga : Pasar Indihiang Kota Tasik Ditelantarkan Pemkot, Besok HIPPI Siap Ontrog Dinas

Denny pun bahkan mengirimkan hasil quick count LSKP-LSI Denny JA dan KPUD ke dapur redaksi Radar. Hasilnya, pasangan calon nomor 1, Azies-Haris meraih perolehan suara 23,1 persen, pasangan calon nomor 2, Ade-Cecep meraih 31,29 persen, pasangan calon nomor 3, Cep Zamzam-Padil Karsoma, 11,58 persen dan pasangan calon Iwan-Iip meraih 33,99 persen. “Cek di web KPU pusat, ada margin of error QC,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah hasil cuitan twitter Denny JA Wold pada Rabu(9/12) yang menyatakan Iwan-Iip unggul dalam quick count-nya benar atau tidak? Denny menjawab pihaknya menunggu hasil KPUD yang dihitung secara manual.

“Umumkan saja kita patuh dan menunggu hasil KPUD manual 100 persen. Itulah yang akan kita ikuti, jadi tidak usah umumkan apa-apa lagi, sudah ada pengumuman sebelumnya,” tandas Denny JA mengakhiri percakapan dengan Radar.

Terpisah, Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin SP saat diminta keterangan oleh Radar terkait klaim kemenangan Iwan-Iip dari hasil quick count lembaga survei termasuk apakah sumber tersebut bisa dipercaya? Zamzam menegaskan bahwa KPU tetap berpegang terhadap hasil pleno terbuka PPK .

“Kalau saya sih tidak memperhatikan di luar perhitungan hasil resmi kami, pegangan KPU adalah hasil rekapitulasi pleno terbuka tingkat kecamatan dan kabupaten. Mulai Jumat (11/2) hingga Minggu (13/12) selesaikan pleno kecamatan dan Senin (14/12) melakukan pleno tingkat kabupaten. itulah yang menjadi pegangan kita semua,” singkat dia.

Sebelumnya diberitakan, pasangan calon nomor urut 4, Iwan Saputra-Iip Miptahul Paoz mengklaim menjadi pemenang di Pilkada Tasikmalaya 9 Desember lalu.

Klaim tersebut berdasarkan hasil quick qount Charta Politica-LSI pasangan Iwan-Iip meraih hasil 34,7 persen, Ade-Cecep 30,7 persen, Azies-Haris 22,9 persen dan Cep Zamzam-Padil Karsoma 11,8 persen.

Termasuk lembaga survei, West Java Today yang menempatkan Iwan-Iip diposisi pertama dengan 36,3 persen sementara Ade-Cecep 28,9 persen, Azies-Haris 23,8 persen dan Cep Zamzam-Padil Karsoma 11,0 persen.

Ketua Tim Pemenangan WANI, H Ami Fahmi ST menjelaskan klaim kemenangan WANI di Pilkada Tasik, pegangannya terhadap hasil quick count lembaga survei seperti LSI, Charta Politica dan West Java yang semuanya menempatkan Iwan-Iip diposisi teratas.

“Pasangan Iwan-Iip di Charta Politica-LSI unggul 34,7 persen, sedangkan nomor urut dua 30,7 persen dan di lembaga survei West Java, Iwan-Iip 36,3 persen, sementara nomor dua 28,9 persen,” ungkap Ami kepada Radar, Jumat (11/12).

Sehingga, kata Ami, tim dan pasangan calonnya menganggap aneh dan terjadi kejanggalan, ketika delapan kabupaten/kota lainnya yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020 dilakukan quick count oleh LSI-Charta Politica hasilnya semua sesuai

“Tetapi yang beda hasilnya atau pemenangnya dalam quick count LSI-Charta Politica dengan real count KPU yang berbeda hanya di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan kemenangan sementara nomor dua. Kalau tujuh kota/kabupaten lain sama hasil LSI dengan KPU-nya,” terang dia.

Artinya, terang dia, ketika hasil survei LSI-Charta Politica ada dari 34 persen turun menjadi 33 persen atau dibawah dua persen dengan hasil real count KPU itu tidak aneh.

”Ini kan turunnya di perhitungan sementara KPU turun sampai 32,10 persen. Jadi margin eror lembaga survei ini di atas dua persen,” paparnya.

“Sementara kan LSI juga pastinya melakukan quick count dengan metode ilmiah, hanya level di Pilkada Kabupaten Tasik yang gagal, sementara di Pilpres dan Pilgub hasilnya tidak berbeda jauh,” ungkap dia. (kim/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.