Densus 88 Tangkap Pemuda asal Kota Tasikmalaya

254
0
Rangga Jatnika / Radar Tasikmalaya JELASKAN SURAT. Iin Tajudin menunjukkan surat pemberitahuan penahanan terhadap RN, anaknya karena diduga tersangkut kasus terorisme.

Diduga Jadi Penyalur Teror ke Luar Negeri

Seorang pemuda berinisial RN (21) warga Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya ditangkap oleh Densus 88 terkait kasus terorisme pada 31 Desember 2017. Pemuda lulusan salah satu sekolah tingkat atas di Kota Tasikmalaya itu diduga menjadi penyalur teroris ke luar negeri.

Ayah RN, Iin Tajudin (58) mengaku kaget ketika ada petugas kepolisian datang dan menyerahkan surat pemberitahuan penangkapan anaknya. Terlebih penangkapan itu berkaitan dengan kasus terorisme. “Ya kaget, tahu-tahu anak saya sudah ditangkap,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Senin (8/1).
Dirinya menceritakan bahwa RN berangkat dari rumah sekitar tiga bulan yang lalu dan pamit untuk berjualan parfum. Diceritakan Iin, RN mengatakan bisnis itu dilakukannya bersama 10 orang teman. “Katanya ada sepuluh orang, tapi saya juga tidak tahu siapa saja,” terangnya.
Dengan ditetapkannya RN sebagai tersangka, Iin hanya bisa pasrah dan berharap yang terbaik untuk anaknya. Jika pun dalam prosesnya RN terbukti bersalah, dia ingin hukuman yang diberikan bisa lebih ringan. “Kalau memang benar, saya harap dia bisa berubah menjadi lebih baik,” terangnya.
RN merupakan anak kedua dari lima bersaudara, dia lahir dan besar di Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Sebelum pergi, keseharian RN yakni membantu orang tuanya berdagang pakaian dalam di kawasan Cihideung.
Tetangga RN, Dani Muhammad (55) tidak menyangka pemuda yang dikenal pendiam itu akan terjerumus jaringan teroris. Dalam kesehariannya pun tidak terlihat ada kejanggalan sampai akhirnya dia pergi merantau. “Bisa ngobrol kalau ditanya, kalau engga ya diam saja. Pada dasarnya orang baik,” terangnya.
Terpisah, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Adi Nugraha mengaku belum mendapat informasi warga di wilayah hukumnya ditangkap di Kalimantan Timur terkait kasus terorisme. “Kami belum dapat informasi,” singkatnya.
KIrim ke Filipina
Sebelumnya, RN yang berasal dari Tasikmalaya, diamankan tim Detasmen Khsusus (Densus) 88 Polri di Jalan Angkasa, Kelurahan Nunukan Utara, Minggu (31/12) satu jam sebelum perayaan Tahun Baru.
RN merupakan anggota Jamaah Anshorud Daulah (JAD) Tasikmalaya, yang bertugas sebagai agen panitia hijrah Filipina dengan wilayah pos 2 Nunukan. Diduga melakukan pengiriman sejumlah orang anggota jaringan teror.
Pada Selasa (2/1), sekira pukul 11.30 wita, bertempat di Bandara Juwata Tarakan. RN dengan pengawalan ketat personel Densus 88 dibawa ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air tujuan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.
Ketua RT 12 Gang Fisibalillah, Widodo mengungkapkan bahwa dia dan RN sangat akrab. Dia tak menyangka kalau lelaki yang sehari-hari berjualan kaus kaki di Jalan Radio Kelurahan Nunukan Utara itu, terlibat dalam jaringan teror.
“Saya tahu RN tinggal di rumah sewa, tapi terlibat sebagai teroris tentu sangat tidak saya sangka,” kata Widodo.
Terpisah, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen (Pol) M Iqbal menjelaskan lebih detail, terkait peran RN merupakan agen dan panitia hijrah ke Filipina dengan wilayah tugas di Pos 2 Nunukan. Dia mengirim orang-orang yang ingin bergabung dengan kelompok teroris di negeri yang dipimpin Rodrigo Duterte. ”Pengiriman di jalur itu, dia yang memfasilitasi,” paparnya.
Pengiriman tersebut dilakukan menggunakan jalur darat dan laut. Dari Nunukan menuju Malaysia, lalu menggunakan kapal menuju Filipina. ”Namun, kami masih memastikannya lebih dulu,” ujar jenderal berbintang satu itu.
Saat ini terduga teroris tersebut, sudah berada di Mako Brimob Kelapa Dua, untuk dilakukan pendalaman. Iqbal menuturkan saat pemeriksaan nanti akan diketahui apakah RN sendirian saat melakukan misi tersebut atau ada pelaku lain yang membantu. ”Kami akan cari tahu apakah dia melakukan sendiri atau tidak,” urainya.
Menurutnya, upaya penangkapan terhadap terduga teroris itu merupakan langkah preventif strike. Yang berupaya untuk mendahului adanya rencanan serangan aksi teror. ”Sebelum melakukan aksi dicegah duluan,” jelasnya. (rga/nal/jpg/nri)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.