Derita Penyakit Kulit, Tak Punya Biaya Berobat

288
0
Loading...

BANJAR – Ela Nurlela (35), warga Lingkungan Jelat RT 02 RW 04 Kelurahan/Kecamatan Pataruman sejak April menderita penyakit di kulitnya.

Di sekujur badan hingga wajah muncul bintik-bintik dan kulitnya mengelupas. Namun, wanita yang tengah hamil tujuh bulan ini tidak bisa berobat karena tak memiliki biaya.

Ela menuturkan penyakit yang dideritanya berawal dari sakit pada kedua lutut. Sejak saat itu kulitnya menjadi kering. Tidak lama kemudian timbul bintik-bintik di kaki hingga sekujur tubuh. Kulit wajah pun terkelupas.

“Bukannya tidak mau berobat, tapi buat keseharian juga kurang A. Sudah berobat ke dokter umum tadi malam (Selasa, Red). Kata dokter menderita penyakit lupus akibat keracunan,” ujarnya kepada wartawan di rumahnya.

Jajang Saefudin (36), suami Ela mengaku sudah ke dokter memeriksakan istrinya. Dokter, kata dia, menyarankan janinnya diangkat.

“Di biaya tidak sanggup (untuk berobat), kerja sehari dapat Rp 70 ribu kadang 60 ribu. Kerja jadi buruh kuli bikin paving blok. Anak ada tiga,” ujarnya.

Ketua RW 04 Kusmayadi (37) sudah menyarankan Ela berobat dan mengurus SKTM ke kelurahan. “Warga sekitar dan saya sudah menyarankan buat periksa, cuma karena tidak ada biaya dan lainnya makanya sampai sekarang tinggal di rumah,” ungkapnya.

Loading...

Berjanji Akan Lebih Perhatikan Warga

Kamis (4/7), Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana bersama aparat Kelurahan Pataruman, Dinas Sosial dan Puskesmas Pataruman mengunjungi rumah Ela Nurlela (35).

“Kita belum bisa memastikan yang bersangkutan (Ela, Red) mengidap penyakit apa. Harus diperiksa oleh dokter yang ahli di bidangnya,” ujarnya kepada wartawan.

Kepada wakil wali kota Ela mengaku tidak memiliki kartu jaminan kesehatan, seperti BPJS Kesehatan atau Banjar Sehat. Itu kenapa Ela tidak berani berobat ke dokter. Tidak memiliki biaya. Ke depan, Nana mengaku akan lebih memperhatikan masyarakat tidak mampu.

Dokter Puskesmas Pataruman dr Aneu menambahkan berdasarkan pemeriksaan fisik, diduga Ela menderita penyakit kulit.

“Kita harus melihat riwayat penyakitnya dulu, sebelumnya mengidap penyakit apa. Kalau melihat kondisi seperti ini, kulit kering dan mengelupas kemungkinan penyakit autoimun. Kita rujuk ke rumah sakit,” ujarnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.