Desa Sukaraja Rajapolah Tasik Canangkan Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Produktif

202
0
MENYIAPKAN. Warga Desa Sukaraja, Rajapolah menyiapkan benih untuk menanam di pekarangan rumah, Jumat (21/2). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

RAJAPOLAH – Pemerintah Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah mencanangkan warganya untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi produktif. Seperti ditanami sayuran dan bahan-bahan yang bisa dikonsumsi.

Kepala Desa Sukaraja Asep Nandang mengatakan, pemanfaatan pekarangan rumah ini memang penting untuk membantu mengurangi beban masyarakat dalam mencukupi kebutuhan dapur.

Baca juga : Tanggal Cantik 20-02-2020, di Tasik 7 Ibu Hamil Lakukan Sesar

“Jadi warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam seperti bumbu dapur mulai dari cabai, bawang, seledri dan lainnya,” ujarnya kepada Radar, kemarin.
“Ketika nanti harga bumbu dapur semakin mahal dan warga memiliki pekarangan produktif tidak masalah, sebab kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi sendiri dengan menanam tanaman tersebut,” ujarnya, menjelaskan.

Kata dia, program tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Maka dari itu, pihaknya terus menggelorakan supaya warga bisa mulai memanfaatkan pekarangan rumahnya menjadi produktif.

“Saya imbau mulai sekarang semua keluarga yang memiliki tanah pekarangan untuk dimanfaatkan dengan baik, maka warga tidak akan menjerit ketika harga bumbu dapur seperti cabai rawit melambung, karena bisa menghasilkannya sendiri di rumah,” harapnya.

“Seperti kita ketahui banyak manfaat ketika memanfaatkan pekarangan rumah untuk dijadikan warung hidup. Di antaranya memberi suplai bumbu dapur gratis, menghijaukan lingkungan pekarangan rumah yang berdampak dapat mengurangi emisi karbon udara, juga sebagai ajang kreativitas keluarga serta banyak lagi manfaatnya,” kata dia.

Asep berharap warga dapat termotivasi kesadarannya untuk memanfaatkan lahan pekarangannya yang dapat mendukung peningkatan ekonomi keluarga. Mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangannya masing-masing.

“Saya harap dengan membuat warung hidup ini warga dapat mengurangi pengeluaran biaya hidup sehari-hari, apalagi saat harga bumbu dapur cukup mahal. Termasuk ke depannya jika sudah produktif bisa dijual dan menghasilkan rupiah,” ucapnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.