Desak Wali Kota Terbitkan SK Honorer

28

TASIK – Perkumpulan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tasikmalaya mendesak Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman untuk mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Penugasan Guru Honorer. Sebab, selama ini nasib guru honorer masih terkatung-katung.

Hal ini diutarakan PGRI Kota Tasikmalaya saat menggelar kegiatan jalan sehat di depan Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya Jalan Lingkar Dadaha Kota Tasikmalaya Rabu (19/9). Jalan sehat tersebut diikuti guru semua jenjang pendidikan se-Kota Tasikmalaya.

Sekretaris PGRI Kota Tasikmalaya Pudin Hidayat SPd MPd menilai, SK Honorer ini penting untuk memperjelas status guru honorer. SK ini pun digunakan untuk kelancaran Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Kami mendesak pemerintah daerah untuk segera terbitkan SK Guru Honorer. Kami pun mendesak pemerintah pusat segera mengangkat guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).” ujar Pudin, Rabu (19/9).

Lanjutnya, PGRI Kota Tasikmalaya juga memberikan pernyataan sikap terhadap SK Menpan RB No 35 dan 37 tahun 2018 yang menyebutkan batas usia bagi pegawai K2 yang ingin ikut seleksi CPNS 2018 maksimal 35 tahun per 1 Agustus 2018.

Pihaknya mengaku sangat prihatin bahwa SK tersebut tidak berpihak kepada nasib honorer yang pada umumnya usia mereka sudah di atas 35 tahun. “Untuk itu PGRI Kota Tasikmaaya menyatakan 3 pernyataan sikap,” terangnya. Pertama, kata ia, proses penerimaan CPNS yang berdasarkan pada SK Menpan RB No 35 dan 37 tahun 2018 untuk ditunda sampai dengan Menpan RB membuat surat keputusan baru mengenai pembatasan usia CPNS.

Kedua, kata ia, Pemerintah Kota Tasikmalaya agar mengeluarkan surat keputusan tentang status kepegawaian guru honor K-2 dan guru honor lainnya yang dibutuhkan untuk persyaratan proses sertifikasi. Ketiga, lanjutnya, mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan PP tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja sebagai penjabaran dari UU ASN No 5 tahun 2014. (ais)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.