Eksekutif Diminta untuk Menyiapkan Regulasi dan Sosialisasi Parkir Tahunan

Dewan Apresiasi Langkah Bupati

48
0
Andang Irpan Sahara Wakil Ketua Fraksi PAN Plus dan Dede Herli Anggota Fraksi PKS

CIAMIS – Rencana Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir, mendapatkan respons positif DPRD. Mereka menilai cara Pemkab akan memberlakukan penarikan retribusi tahunan harus didahului regulasi dan sosialisasi. Dengan begitu, niatan baik eksekutif tersebut bisa dilaksanakan dengan baik.

“Jangan sampai gagasan yang baik malah jadi masalah baru gara- gara regulasinya tidak disiapkan,” ujar Wakil Ketua Fraksi PAN Plus Andang Irpan Sahara, Selasa (20/8) siang, mengingatkan.

Menurut Andang, gagasan Bupati Herdiat menerapkan bayar parkir tahunan atau flat merupakan langkah bagus. Karena cara tersebut memungkinkan bisa menaikkan pendapatan dari parkir. Pekerjaan rumah eksekutif berikutnya yaitu memaksimalkan pendapatan dari pajak reklame, pajak restoran dan lainnya. Itu juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah Ciamis. “Tinggal regulasinya disiapkan, diawali dengan kajian yang matang,” ujar Ketua Panitia Khusus Tata Tertib DPRD ini.

Anggota Fraksi PKS Dede Herli menilai rencana Herdiat memberlakukan penarikan retribusi parkir tahunan bagus, namun tetap harus dilakukan pengkajian terlebih dulu. Termasuk menyiapkan regulasi dan teknis implementasinya.

Dede mengingatkan Herdiat soal teknis pengimplementasian penarikan retribusi pajak tahunan. Pemkab harus menganalisa: jika retribusi parkir ditarik saat pemilik kendaraan memperpanjang surat tanda nomor kendaraan atau membayar pajak kendaran bermotor di Samsat, Pemkab harus mengecek tingkat kepatuhan warga membayar pajak motor. Bisa jadi dari 200.000 pemilik kendraan, tidak semuanya datang ke Samsat.

”Tercatat 200.000 (pemilik kendaraan, Red), tapi berapa yang datang ke Samsat tiap tahun?” ujarnya mengingatkan.

“Bahas dulu sampai matang, baru sosialisasi,” kata Dede menambahkan.

Yang tak kalah penting, kata Dede, Pemkab harus memikirkan efek penerapan pembayaran parkir tahunan kepada juru parkir. Kemungkinan para juru parkir akan terkena dampak dari penerapan regulasi parkir tahunan.

“Potensi berkurangnya pendapatan juru parkir harus juga disiapkan solusinya,” kata dia.

Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir di Ciamis, sebelumnya diberitakan, masih rendah. Satu tahun baru Rp 400 juta. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan parkir di daerah lain.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM mengakui bahwa PAD dari parkir Rp 400 juta per tahun memang jauh tertinggal dibandingkan daerah lain yang mencapai miliaran. Padahal, jumlah sepeda motor (saja) di Ciamis tercatat di Samsat, kata Herdiat, sebanyak 200.000 unit. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.