Dewan Ciamis Usulkan Ayam dari Peternak Dimasukan ke BPNT

170
0
MENIMBANG. Peternak di Dusun Tanjung Asih Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti saat menimbang ayam di kandangnya Selasa (7/4). Pemerintah disarankan untuk membeli ayam milik peternak yang saat ini harganya anjlok.

CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis harus memberikan jalan keluar yang realistis kepada para peternak yang rugi akibat wabah corona. Salah satu caranya yaitu memasukan daging ayam untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Usulan tersebut datang dari Anggota Komisi B DPRD Ciamis Imam Dana Kurnia. Menurutnya, daging dimasukkan menjadi item untuk BPNT bersama beras, telur dan sayuran.

Baca juga : Terimbas Corona, Pemkab Ciamis Ajak Warga Beli Ayam dari Peternak

Menurutnya, memasukkan daging ayam bersama item bahan pokok lainnya di BPNT merupakan solusi jangka pendek.

“Tentunya harus ada kebijakan pemerintah daerah atau pusat terkait penyelamatan petani dan peternak ini terkait regulasinya harus dipikirkan solusinya sesegera mungkin,” jelas Imam kepada Radar, Selasa (7/4) siang.

Jika tidak segera dicarikan jalan keluar, kata Imam, buka tidak mungkin nanti para peternak membagikan atau melempar ayam ke jalan karena stoknya sangat melimpah, namun tidak terjual karena harganya sangat murah. Harga ayam per kilogram pernah menyentuh Rp 5.000 dan Rp 7.000. “Saking harganya yang merosot,” ujar politisi PKB ini.

Loading...

Untuk itu, kata dia, pemerintah dan peternak harus berembuk. Mereka mencari jalan keluar yang realistis. Tujuannya agar pasar bisa menyerap ayam dari Ciamis. “Artinya harus ada solusi yang realistis agar peternak tidak terlalu merugi,” harapnya.

Anggota Komisi A DPRD Ciamis dari Fraksi Demokrat Nur Muttaqin SHI menilai penanganan efek corona ini harus melibatkan pemerintah. Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, harus campur tangan mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya bantuan stimulan. “Untuk meringankan peternak, pemerintah membeli ayam,” sarannya.

Asisten Daerah II Setda Kabupaten Ciamis H Toto Marwoto, sebelumnya, menjelaskan persoalan perekonomian yang menyangkut hajat orang banyak, seperti peternak ayam dan sebagainya telah pihaknya rapatkan untuk dicari jalan keluarnya. Termasuk skema angsuran para peternak ke bank. Pihaknya berkoordinasi dengan Otoritas Jas Keuangan (OJK) soal peringanan angsuran para peternak ke bank.

“Itu kan skemanya di institusi mereka (OJK). Jadi intinya minimal harus ada keringanan-keringanan (angsuran) dampak dari Covid-19,” papar Toto ditemui saat berkunjung ke Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Senin (6/4) siang.

Baca juga : 20.733 Pemudik Masuk ke Ciamis

Untuk pemasaran ayam dan telur, kata Toto, pihaknya mencoba bekerja sama dengan Dinas Peternakan mencari solusi penjualan dua hasil peternakan tersebut.

“Mencoba dibuatkan semacam solusi sistem pemasaran online misalnya, apakah kita dengan cara memberdayakan masyarakat Ciamis agar membeli ayam-ayam dari Ciamis. Secara lokal (masalah pemasaran) agar bisa teratasi,” kata Toto. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.