Dewan Dapil 4 Dianggap Kurang Peduli

410
0
AUDIENSI. Tokoh masyarakat Mangkubumi Asep Rizal Asyari (kanan) berbicara pada audiensi dengan anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (12/3). (Firgiawan / radartasikmalaya.com)

INDIHIANG – Sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama dan para pemuda asal Kecamatan Mangkubumi mendatangi Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (12/3). Mereka meminta para wakil rakyat memperhatikan program pembangunan Masjid Besar Mangkubumi yang tertunda.

Ketua panitia pembangunan Masjid Besar Mangkubumi, H M Tohara menjelaskan, pembangunan masjid besar itu baru dimulai awal tahun.

Anggarannya dari swadaya masyarakat. Pemerintah selama ini belum pernah memberikan bantuan untuk pendirian masjid tersebut. Maka dari itu, pihaknya berharap para legislator turut menyokong anggaran untuk masjid besar.

“Saya bermaksud dengan teman-teman ke sini biar mereka peduli dan terdorong, terutama anggota dewan dapil (daerah pemilihan) Mangkubumi,” tuturnya.

Perwakilan Forum Silaturahmi Organisasi Islam (FSOI) Ustaz Muhammad Yanyan Albayani menjelaskan seharusnya di tahun politik itu, para wakil rakyat turun ke lapangan.

“Kan tahu ada rencana pembangunan masjid di Mangkubumi yang belum terealisasi, jangan tunggu demo. Harusnya selaku wakil rakyat peduli,” tutur dia.

Sementara itu, dalam jajak pendapat, massa dilayani oleh lima anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) 4. Mereka adalah H Enjang Bilawini dari PPP, Ichwan Shafa dari PBB, Munir Setiawan dari PDI P, Irman Rachman dari Partai Demokrat dan H Heri Ahmadi dari PKS.

“Dari sekian (12, Red) anggota DPRD dapil kita, hanya lima saja yang hadir. Berarti sisanya fiktif. Dewan harusnya sudah tahu hal teknis seperti ini. Ketika warga dari dapilnya bersilaturahmi ke gedung rakyat,” ungkap perwakilan KNPI Mangkubumi Tatan Surahman.

Tokoh masyarakat Mangkubumi Asep Rizal Asyari menyayangkan absennya beberapa anggota DPRD dari dapil Mangkubumi dan Kawalu itu.

Dalam pertemuan itu, dia juga menegaskan kepada warga untuk tidak mendukung caleg yang tidak hadir dan tidak peduli terhadap warga Mangkubumi. “Kita ingin diskusi, share dan difasilitasi aspirasinya,” tutur Asep.

Menurut dia, secara umum infrastruktur di Kota Tasikmalaya sudah baik. Namun, keinginan warga membangun masjid besar seolah tidak didengar.

“Kita ingin mengklirkan, apakah pihak kecamatan yang tidak koordinasi dengan pimpinannya atau DPRD yang seolah lupa ada kegiatan dari masyarakat. Saling sudutkan akhirnya di masyarakat menjadi fitnah,” ujar dia.

Bahkan, kata dia, warga sudah berharap ada islamic center di kawasan Mangkubumi. Namun, masjid saja tidak terealisasi dan hampir mangkrak setelah pembebasan selesai pada 2016.

“Sekali lagi saya sayangkan ketidakhadiran wakil rakyat lainnya dari dapil Mangkubumi-Kawalu. Kecewa, harusnya wakil rakyat sayang rakyatnya, jangan sampai diadili rakyat,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD H Enjang Bilawini siap mendorong keinginan warga Mangkubumi. Meski masa jabatannya segera berakhir pada September 2019, pihaknya masih berkesempatan merancang anggaran untuk 2020 yang bakal dibahas Juli mendatang.

“Tak hanya islamic center, saya pun sudah berupaya mengusulkan adanya gor di Mangkubumi bagi pembinaan olahraga wilayah,” tutur politisi PPP itu.

Secara spontan, Enjang juga siap merogoh kocek pribadi sebesar Rp 20 juta untuk membantu pembangunan masjid tersebut. Namun, itu akan dilakukan setelah pemilu berakhir supaya tidak ada persoalan di kemudian hari.

“Ini untuk masjid, sarana ibadah kita. Di samping kami akan berupaya mendorong penganggarannya melalui hak budgeting DPRD,” ucap dia berjanji.

Anggota DPRD Fraksi Kebangkitan Bulan Bintang Ichwan Shafa menjelaskan, dalam merealisasikan bantuan untuk pembangunan masjid itu ada legalitas yang harus diperhatikan. Pemerintah hanya bisa menyalurkan anggaran ke lembaga yang sudah berbadan hukum.

“Kita akan konsulkan di rapat Badan Anggaran (Banggar) dan pemkot, supaya tujuan baik ini tidak berujung tidak baik,” ujarnya.

“Saya pribadi memohon maaf belum berkontribusi banyak pada proses pembangunan masjid. Baik secara pribadi siap membantu apalagi ini urusan tempat ibadah,” tambah dia.

Anggota DPRD Fraksi PKS, H Heri Ahmadi menyatakan sejak dulu sudah sepakat dengan pembangunan masjid besar itu. Hanya saja perlu ada keberanian kepala daerah dalam menggelontorkan anggarannya. Maka dari itu, pihaknya akan mendorong bantuan anggaran.

“Kan kalau bantuan keuangan ada batasnya. Kalau misal itu dijadikan kegiatan pembangunan, bisa saja dikerjakan oleh Dinas PUPR. Intinya ada di eksekutif,” ujar dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.