Dewan & Distan Ciamis Tak Temukan Solusi Soal Pupuk Subsidi untuk Petani

49
0
RAPAT KERJA. Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis rapat kerja dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Senin (14/12). Mereka membahas kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa daerah di Kabupaten Ciamis. IMAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis memanggil Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Senin (14/12). Mereka membahas soal kelangkaan pupuk bersubsidi yang dikeluhkan para petani.

Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi B DPRD Ciamis Erik Krida Setia ST menanyai Dinas Pertanian mengenai kelangkaan pupuk di Ciamis.

Erik menanyakan tentang kelangkaan pupuk bersubsidi bisa terjadi di Kabupaten Ciamis. Namun penjelasan dari Dinas Pertanian dinilai Erik tidak jelas. Padahal, kata dia, sebagai leading sector pertanian Dinas Pertanian seharusnya mampu menjelaskan permasalahan tersebut secara gamblang.

Erik menilai permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi akibat pendataan awal soal kebutuhan pupuk bersubsidi di Ciamis yang tidak akurat.

Baca juga : Akibat Retakan Tanah di Pamarican Ciamis, Jalan Amblas & Belasan Rumah Retak

Loading...

Seperti ada yang mempunyai lahan namun tidak mempunyai kartu tani, seharusnya petani tersebut mendapatkan pupuk subsidi kalau mempunyai kartu tani.

“Rapat kali ini jelas Dinas Pertanian saya lihat tidak bisa memberikan solusi yang pasti, padahal seharusnya harus dikedepankan pertanian, pendataan, karena banyak yang tidak terdata,” ujar Erik.

“Kami rencana akan terus merapatkan hal ini, kembali agar adanya solusi yang terbaik, karena petani kan mau tidak mau harus ada pupuk,” kata dia menjelaskan.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Ciamis Drs H Komar Hermawan menjelaskan kuota pupuk subsidi saat ini hampir menipis sekitar 3.000 ton untuk Kabupaten Ciamis.

Lalu bagaimana solusi dari kelangkaan pupuk subsidi saat ini di Ciamis? Komar menjawab, pemerintah memberikan kuota pupuk subsidi itu berdasarkan data. Data tersebut keluar berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau pengajuan kelompok tani. Itu, kata dia, berdasarkan aturan baru.

Kalau sistem dulu, pemerintah secara global menghitung kebutuhan pupuk untuk petani di Indonesia, namun sekarang berdasarkan data, karena ingin ada pemerataan dari pemerintah.

“Kita memaklumi betul pemerintah seperti itu, karena permintaan itu betul permintaan itu berdasarkan kuota,” ujarnya memaparkan.

Pemberian subsidi kepada masyarakat melalui penyuplai dan distributor, kata dia, berdasarkan data.

“Karena bila kelebihan dan kekurangan juga tidak baik hanya biasanya pemerintah itu informasi dinas terkait memang ajuan kita tidak 100 persen dipenuhi oleh pemerintah. Itu yang menjadi masalah karena pemerintah terbatas pemberian subsidi pupuk,” kata dia mengungkapkan.

Dia menilai pendataan kebutuhan pupuk bersubsidi sebenarnya cukup akurat, hanya yang menjadi masalah, dari pemerintah misalkan yang diajukan satu jenis pupuk 20 juta ton, yang disetujui misalkan hanya 18 ribu ton. “Kekurangan itu yang menjadi kelangkaan,” ujarnya.

Di saat yang sama, kata dia, ada pergeseran masa tanam. Seharusnya masa tanam padi Januari, sekarang Desember masa tanam. “Karena faktor cuaca sangat cepat,” ujarnya mengungkapkan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis S Budi Wibowo menyampaikan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis karena kuota pupuk berkurang atau habis.

Solusinya, menurutnya, mungkin Dinas Pertanian memberikan pupuk non subsidi dan menggalakan program pertanian organik. Tujuan utamanya untuk kemandirian secara ke depan itu akan semakin ketergantungan kepada pupuk kimia.

“Kalau mandiri artinya sudah aman. Jadi kalau ada pupuk subsidi ataupun tidak ada, karena sudah memproduksi sendiri, artinya mandiri tidak akan ketergantungan pupuk kimia,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kemandirian petani untuk memperbaiki lahan pertanian di Ciamis. Karena berdasarkan pemetaan di beberapa tempat, tingkat PH sudah asam atau di bawah enam artinya sudah tidak sehat lahan pertanian. “Metodenya dengan pengapuran organik dulu guna menyehatkan lahan,” ujarnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.