Dewan Dukung Polisi Tegas, Sepakat Obwis Ditutup, Jika Bahu Jalan Dipakai Parkir

335
0
ANIMO BARU MASYARAKAT. Objek wisata Karangresik di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di jalur mudik.

TASIK –  Rencana Polres Tasikmalaya Kota menutup objek wisata (obwis) yang dianggap menjadi biang kemacetan, mendapat dukungan dari wakil rakyat di gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Ketua Komisi III DPRD Heri Ahmadi mengaku sepakat dengan langkah tegas yang akan diambil polisi dalam mengatasi kemacetan di musim Lebaran tahun ini. ”Memang perlu ada langkah tegas dari aparat, untuk mengatasi kemacetan. Demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya kepada Radar, Selasa (22/5).

Heri menjelaskan sudah seharusnya objek wisata mengantongi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdal Lalin) dalam proses perizinan. Sehingga otomatis wajib menyediakan lahan parkir yang  memadai bagi para pengunjungnya.  “Jadi kalau berefek buruk terhadap lalu lintas, polisi punya kewenangan menutup,” katanya.

Salah satu objek wisata yang dilintasi oleh jalur utama arus mudik yakni objek wisata Karangresik di Jalan Moh Hatta Kecamatan Cipedes. Posisinya yang langsung bersentuhan dengan jalur mudik sangat rawan menimbulkan macet, jika pengunjung memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

Humas Karangresik H Aas Dani Hasbuna mengaku sepakat dengan inisiatif dari Polres Tasikmalaya Kota. Pihaknya mendukung upaya kepolisian dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas khususnya di masa arus mudik dan balik. “Kami juga pasti mendukung upaya polisi dan pemerintah,” katanya.

Namun demikian, pihaknya sudah mempersiapkan lahan parkir yang cukup luas untuk para pengunjung. Terhitung, daya tampung yang telah disiapkan mencapai 4.000 kendaraan termasuk sepeda motor dan mobil. “Pintu keluar dan masuk juga beda, jadi yang keluar tidak langsung ke jalur utama,” katanya.

Untuk itu, pihaknya memastikan pengunjung Karangresik tidak akan sampai memarkirkan kendaraannya di luar atau bahu jalan. Sehingga keramaian objek wisata tidak akan mengganggu kelancaran di masa arus balik. “Kemarin waktu munggahan juga jalur tetap lancar,” tandasnya.

Tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto juga sependapat soal penutupan objek wisata yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Hal itu bisa menjadi shocktherapy untuk para pengelola yang lalai dalam manajemen parkir. “Jadi bukan hanya di momentum hari besar saja, tapi manajemen parkir yang baik harus diterapkan juga di hari-hari biasa,” tegasnya.

Menurutnya, pengelola cenderung lalai dalam memperhitungkan kapasitas pengunjung dengan ketersediaan lahan parkir. Hal itu membuat area di luar objek wisata bahkan bahu jalan dijadikan tempat parkir kendaraan pengunjung. “Selain itu manajemen keluar masuk kendaraan yang juga harus diatur oleh petugas, jangan sampai pengunjung keluar masuk seenaknya dan menggangu arus lalu lintas,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Andriyanto SH MH mengaku sudah menyusun strategi guna meminimalisir potensi kemacetan di wilayah Tasikmalaya.

Salah satunya di titik-titik perlambatan seperti halnya SPBU dan objek wisata, khususnya di masa arus balik yang diperkirakan mobilitas kendaraan meningkat drastis.

“Kalau saat mudik mungkin tidak begitu masalah, beda dengan pas arus balik,” ujarnya dalam rapat koordinasi Lintas sektoral Ops Ketupat Lodaya 2018 di Mapolresta, Senin (21/5) kepada Radar, Senin (21/5).

Untuk itu, pihaknya akan memasang water barrier di setiap jalur depan SPBU. Supaya tidak ada kendaraan yang memotong arus.

Pengendara dianjurkan untuk melakukan pengisian bahan bakar di SPBU, sesuai dengan jalur yang digunakan. “Jadi kami tidak ingin ada kendaraan yang memotong jalur dan memperlambat arus,” ungkapnya.

Menurutnya, objek wisata yang pasti banyak dikunjungi setelah Lebaran yakni di jalur mudik utama seperti  Kadipaten, Ciawi, Jamanis, Rajapolah, Indihiang dan Cipedes. “Untuk itu, kami meminta pengelola mencegah pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan,” tuturnya.

Jika dibiarkan dan menimbulkan kemacetan, kata Andri, maka  objek wisata tersebut akan ditutup demi kelancaran lalu lintas arus balik.  “Kita akan tutup saja kalau parkirnya sampai di badan jalan. Tapi sementara ini kondisi parkiran si sejumlah objek wisata cukup kondusif,” terangnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.